Politik Terbaru – Jabatan Djoko Susilo Akhirnya Di Copot

Politik Terbaru – Baru – baru ini Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Timur Pradopo telah melakukan mutasi terhadap beberapa perwira tinggi di dalam lingkungan kinerja Markas Besar Polisi Republik Indonesia (POLIRI). Dalam mutasi yang telah diputuskan oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo tersebut di dalamnya terdapat nama tersangka kasus korupsi pengadaan simulator SIM Korps Lalu Lintas Polri yaitu Irjen Polisi Djoko Susilo. Dalam putusan Kapolsri tersebut menyatakan bahwa Djoko Susilo resmi di copot jabatan yang saat ini sebagai Gubernur Akademi Kepolisian RepublikIndonesia.

Pencopotan jabatan yang di pegang oleh Djoko Susilo tersebut mengingat Djoko Susilo yang saat ini telah resmi menyandang status tersangka akibat kasus korupsi yang dilakukannya dalam pengadaan alat simulator SIM yang telah berhasil di ungkap oleh Komisi Pemeberantasan Korupsi pada beberapa waktu lalu. setelah kasus ini diungkap oleh Komisi Pemeberantasan orupsi atau KPK tidak lama kemudian bukti ditemukan dan akhirnya Djoko Susilo yang menangani simulator SIM ini dinyatakan resmi menjadi tersangka oleh KPK bersama beberapa anggota kepolisisan yang lain.

Djoko Susilo resmi di copot berdasarkansuratketerangan yang bernomor ST/1768/IX/2012 tertanggal 3 September 2012. Jabatan sebagai Gubenrnur Akademi Kepolisian tersebut digantikan secara resmi oleh Irjen Pol Anang Iskandar yang sebelumnya ia memegang jabatannya sebagai Kepala Divisi Bagian Humas Polri. Dan posisi Anang yang sebagai Kadiv Humas tersebut akan disi oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya yang saat ini menjabat yaitu Brigjen Pl. Suhardi ALius.

Rotasi ini dinyatakan benar setelah Anang memberikan keterangannya pada media, selain itu dia juga menyatakan siap untuk menjalankan tugas baru yang diberikan oleh Kapolri kepadanya. Sementara itu Djoko Susilo akan tetap berada dalam lingkungan kepolisian RepublikIndonesianamun di tempatkan hanya di Mabes Polri dan belum ada posisi yang jelas untuk Djoko Susilo. Dalam mutasi ini Kapolri berharap kepada pejabat tinggi di jajaran Polri untuk mengemban tugas dengan baik dan diharapkan untuk menjauhi yang namanya praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) tidak seperti para mantan pejabat – pejabat lainnya.

 

Politik Terbaru

About The Author

Reply