Politik Terbaru – Juru Bicara SBY Bungkam Atas Nasib WakilPres Kasus Century

 

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan pada hari Jumat bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyadari langkah anggota Dewan untuk memulai sebuah pemakzulan Wakil Presiden Boediono dalam skandal bailout Bank Century 2008.

Namun, Julian menolak mengatakan apakah Presiden telah membuat arahan untuk merespon langkah politisi ‘.

“Saya tidak bisa mengomentari itu,” kata Julian kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Dia berada di antara rombongan Yudhoyono yang baru saja kembali dari kunjungan kenegaraan ke Phnom Penh, Kamboja dan Islamabad, Pakistan.

DPR, terutama yang berasal dari partai-partai oposisi, telah memperbaharui usaha mereka untuk meng-impeach Boediono setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melibatkannya dalam skandal bailout Bank Century 2008 dalam kapasitasnya saat itu sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Selama dengar pendapat antara KPK dan DPR pada Selasa, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan bahwa Boediono memiliki peran dalam pengucuran bailout Bank Indonesia terhadap Bank Century yang sakit (sekarang Bank Mutiara) tapi badan anti-korupsi tidak memiliki “kewenangan konstitusional” untuk memeriksa Wakil Presiden.

Ini adalah pernyataan pertama tentang keterlibatan Boediono dari badan penegak hukum sejak bailout kontroversial, sebesar Rp 6.760.000.000.000 (US $ 701.970.000) yang menjadi isu politik panas pada tahun 2009.

Ini akan menjadi upaya impeachment ketiga oleh DPR setelah mereka pada tahun 2010 dan 2011, yang juga didasarkan pada skandal bailout, tetapi gagal karena kurangnya dukungan yang dibutuhkan berdasarkan Konstitusi.

Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan bahwa penyelidikan kasus Bank Century harus dibatasi ke arena hukum. “Ini adalah masalah hukum maka hal itu harus melalui proses hukum. Kita harus menegakkan hukum tetapi tidak mempolitisasi kasus ini, “katanya.

Boediono sendiri menjawab dalam pesannya di Internet. Dalam pesannya, Boediono mendukung bailout karena diperlukan untuk menyelamatkan perekonomian negara, yang berada di ambang kemerosotan ekonomi pada akhir tahun 2008.

“Orang-orang Indonesia sekarang menikmati manfaat dari kebijakan itu karena Indonesia terhindar dari krisis ekonomi dunia pada tahun 2008,” kata Boediono dalam salah satu pesannya.

Dalam pesan terakhirnya, Wakil Presiden mengatakan ia akan berdiri dengan keputusannya pada bailout dan bahwa ia akan bertanggung jawab untuk itu.

 

 

Politik Terbaru

Be Sociable, Share!