Politik Terbaru – Kasus Korupsi Bertambah, Tapi Mencatat Potensi Kerugian Negara yang Lebih Rendah: Pengawas Korupsi

Politik Terbaru – Indonesia mencatat 285 kasus korupsi yang terjadi pada semester pertama tahun ini, dengan potensi total kerugian negara sebesar Rp 1,22 triliun, kata Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Kami membandingkan angka ini untuk semester pertama tahun 2010 dan menemukan lebih banyak kasus tetapi dengan jumlah dana yang lebih rendah,” kata Kepala Divisi Investigasi ICW, Agus Sunaryanto, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Dari Januari sampai Juli 2010 pengawas korupsi menemukan 176 kasus dengan total kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun, dibandingkan, nilai yang sama tercatat untuk keseluruhan kasus pada tahun 2011, dengan 436 kasus.

“Infrastruktur kembali pada statusnya sebagai sektor yang paling rusak, menggantikan sektor pendidikan,” kata seorang penyidik ​​ICW Tama S. Langkun. Sebanyak 87 kasus korupsi diduga terjadi di beberapa proyek infrastruktur. Diikuti dengan Pemerintah sektor anggaran dan pendidikan masing-masing 50 kasus dan 29 kasus.

“Tiga posisi teratas selalu ditempati oleh sektor-sektor ini. Ini berarti bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak membuat dampak yang signifikan,” jelasnya. Kita bisa lihat bahwa saat ini korupsi telah terjadi di beberapa sektor kehidupan berbangsa bernegara.

Kantor pengacara menjadi badan penegak hukum yang menangani kasus dengan jumlah tertinggi (168 kasus), diikuti oleh polisi dengan 99 kasus dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan 18 kasus. Agus mengatakan bahwa meskipun KPK mencatat kasus lebih sedikit, badan anti-korupsi ini menyelidiki kasus dengan potensi kerugian tertinggi total Rp. 1,5 triliun. Tama menambahkan, bahwa “kami menghargai bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mulai mengungkapkan korupsi di sektor sumber daya alam, yang mungkin telah mengakibatkan kerugian keuangan yang besar”.

Lebih dari 200 kasus, kasus terbesar adalah kasus dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan energi berbasis di AS, PT Chevron Pacific Indonesia dan Perusahaan hulu BP Migas. Menurut penyelidikan Kejagung, sampai dengan Rp 200 miliar (US $ 23400000000) dari APBN diduga telah dicairkan oleh BPMigas ke Chevron untuk program bioremediasi perusahaan 2003-2011.

 

Politik Terbaru

About The Author

Reply