Politik Terbaru – Pasangan Aher-Deddy Menangi Pilkada

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akhirnya menetapkan pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2013-2018. Hal ini telah ditetapkan dalam Rapat Pleno kemarin, Minggu (3/3/2013). Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat berharap keputusan tersebut bisa diterima semua pihak. Pada rapat tersebut, rancangan surat keputusan dibacakan Sekretaris Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Jabar, Teppy W. Dharmawan.

Melalui surat keputusan tersebut bisa diketahui jumlah raihan suara setiap kandidat. Dimana pasangan Aher-Deddy meraih 32, 39 persen suara sah, disusul pasangan Riek-Teten sebanyak 28, 41 persen, Dede-Lex dengan 25, 24 persen, Yance- Tatang 12, 17 persen dan pasangan Dikdik-Toyin dengan 1, 79 persen suara. Jumlah total suara sah dalam Pilkada Jabar ini sebanyak 20, 115 juta suara. Dan suara tidak sah mencapai 598.356 suara.

Karena hasil prosentase raihan suara pemenang sudah menembus 30 persen suara sah maka dalam penjelasan Yayat, Pilkada Jabar hanya satu putaran saja. “Pemilukada Jawa Barat sampai di sini,”ujarnya. Rapat pleno penetapan pemenang hasil Pilkada itu sendiri dilakukan usai pengesahan penghitungan suara. Yayat mengetok palu sebagai tanda berakhirnya rapat pleno dengan sebuah keputusan hasil Pilkada yang sudah disahkan dimana pasangan Aher dan Deddy dinyatakan sebagai pemenang.

Hanya saja keputusan tersebut belum benar-benar diterima semua pihak. Pasalnya tim pemenangan pasangan Rieke-Teten melayangkan sejumlah protes di sela pembacaan hasil rekapitulasi suara. Mereka menyatakan dan menginginkan agar suara keberatan sebaiknya langsung dibacakan setelah tiap KPU kabupaten atau kota selesai membaca hasil suara di masing-masing daerah. Hanya saja hal tersebut ditolak oleh Komisioner KPU Jabar, Achmad Herry. Menurutnya semua keberatan akan dibahas setelah pembacaan hasil suara selesai dihitung. Apalagi menurutnya keputusan tersebut telah disepakati.

Tidak hanya itu saja, tim Rieke-Teten juga menolak menandatangi hasil rapat pleno. Artinya mereka belum menerima keputusan yang memenangkan pasangan Aher-Deddy. Menurut tim sukses Rieke-Teten ada banyak kecurangan yang terjadi. Mereka pun menyatakan akan melayangkan gugatan ke Mahakamah Konstitusi.

 

Politik Terbaru

Be Sociable, Share!