Pramugari Asal Malaysia Selundupkan Heroin ke Australia Demi Bayar Tagihan Rumah Sakit Anak

Pramugari Asal Malaysia Selundupkan Heroin ke Australia Demi Bayar Tagihan Rumah Sakit Anak  – Bikin heboh! Seorang pramugari asal Malaysia mengaku telah menyelundupkan heroin ke Australia yang disimpan dalam bra dan celana dalamnya. Atas perbuatannya itu, dia divonis hukuman 9 tahun 6 bulan kurungan penjara.

Seorang pramugari Malindo Air yang diketahui bernama Zailee Zainal (40) telah delapan kali menyelundupkan paket narkoba yang disimpan di antara kedua kakinya dan di dalam bra serta celana dalamnya demi membayar tagihan rumah sakit anak perempuannya.

Zainal sebagai ibu dari tiga anak tersebut direkrut oleh koleganya yang enggan disebut namanya usai mendapatinya sedang putus asa dalam mencari uang untuk membiayai perawatan salah satu anak perempuannya di rumah sakit. Saat itu, dia mengaku rentan dan siap melakukan apa saja.

Di persidangan, Zainal mengaku dirinya harus lebih dulu melakukan pelatihan sebagai kurir narkoba. Seperti belajar cara berbicara menggunakan kode hingga belajar berjalan sambil membawa paket narkoba di antara kedua kaki.

Zainal menuturkan bahwa dirinya menghabiskan waktu 3 bulan untuk belajar berjalan di bandara sambil membawa paket narkoba yang disembunyikan di tubuhnya.

Zainal sendiri sudah melakukan delapan kali penerbangan dari Malaysia ke Melbourne, Australia selama Oktober 2018 sampai Januari 2019 dengan membawa 1 kilogram paket narkoba senilai AUS$ 3 juta atau setara dengan Rp 31,7 miliar yang disembunyikan di balik pakaiannya.

Setibanya di Melbourne, Zainal mengaku bahwa dirinya bertemu dengan seorang wanita yang merupakan anggota sindikat narkoba internasional di salah satu hotel setempat untuk menyerahkan narkoba yang dibawanya itu. Atas tindakannya itu, Zainal telah mengantongi uang AUS$ 6.500 atau setara Rp 68,6 juta.

Aksi Zainal pun terbongkar setelah dirinya terpilih oleh petugas Penjaga Perbatasan Australia untuk pemeriksaan keamanan sesampainya di bandara Melbourne pada 6 Januari 2019 lalu. Hakim pengadilan setempat, Michael Cahlil, mengatakab bahwa Zainal layak menerima keringanan hukum.

Walupun sudah divonis 9 tahun 6 bulan, Zainal dapat dibebaskan usai menjalani masa hukuman tiga tahun dan dideportasi ke Malaysia.

Kalau ditangkap di negara asalnya, Malaysia, kemungkinan besar Zainal akan mendapat hukuman mati atas perbuatannya itu.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *