Prediksi Semifinal Piala Eropa 2012 – “Iggris Kurang Mahir Dalam Oper Bola”

  Prediksi Semifinal Piala Eropa 2012 – Para ahli tokoh sepak bola didunia menilai kalau semua skuad tim nasional Inggris masih jauh dibawah rata-rata dan itu sebabnya mereka lebih menempatkan tim nasional Italia diatas The Three Lions.Pada laga perempat final Piala Eropa 2012 tersebut, tim nasional Inggris hanya mengoleksi penguasaan bola sebesar 35 persen. Dibandingkan saat menghadapi tim nasional Prancis penguasaan bola Inggris mencapai 39 persen, Swedia dengan koleksi 48 persen serta Ukraina dengan koleksi 45 persen.”Manajer Roy Hodgson menerapkan permainan sepakbola bertahan dan sedangkan para pemain harus terus bersikukuh bermain dengan tunggang langgang di lapangan. Para skuad Inggris tidaklah lebih maju dibandingkan dengan skuad empat atau lima tahun yang lalu. Tidak ada yang berubah dari sejak Piala Dunia Afrika Selatan. Keberuntungan yang didapatkan tim nasional Inggris dibandingkan Italia luar biasa banyaknya. Namun kami kuarang mahir dalam mengoper bola,” tegas Chris Waddle.

Semua yang dibilang oleh sang mantan pemain gelandang elegan Tottenham Hotspur dan Olympique Marseille tersebut dijelaskan karena adanya sejumlah pundit lainnya.

“Sangatlah frustasi hanya bisa duduk untuk menyaksikan pertandingan yang didominasi satu tim setelah 15 menit pertama. Sungguh tidak ada yang bisa dikatakan lagi,” tegas sang mantan pelatih Arsenal dan Inggris yakni Graham Taylor.

“Inggris tampil dengan kalah total. Dengan banyaknya peluang yang Italia ciptakan terbuang, anda pastinya akan berpikir kalau Inggris akan menang. Anda pun merasakan semua hal tersebut untuk Inggris namun menurut aku Italia layak untuk menang,” ujar Lee Dixon.

“Italia terlalu perkasa buat Inggris. Yang sangat mengejutkan aku adalah, mereka bisa mengontrol pertandingan dan dari fisik mereka unggul total. Sebenarnya aku pun berharap banyak buat Inggris, namun mereka sudah gagal dalam mengatur semua tempo permainan mereka. Inggris terlihat tidak bisa persempit ruang gerak lawannya dan hasilnya mereka harus pulang,” jelas Juergen Klinsmann.

About The Author

Reply