Prostitusi Online, Ibu Jadikan Anak Kandung Budak Seks di Majalengka

Prostitusi Online, Ibu Jadikan Anak Kandung Budak Seks di Majalengka – Seorang ibu yang berinisial TA berusia 45 tahun yang berada di Majalengka, Jawa Barat, telah menjual anak kandungnya yang berinisial Y berusia 25 tahun kepada pria hidung belang. Sang ibu telah menjadikan anaknya tersebut sebagai budak seks dengan melakoni prostitusi online.

Pihak polisi telah menangkap TA. Dia telah ditangkap pada saat berada di rumahnya, Desa Genteng, Kecamatan Dawuan, pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021. Kasatreskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Taringan, pada hari Senin (5/4/2021) mengatakan bahwa telah diamankan seorang wanita yang berinisial TA pelaku prostitusi online yang telah kedapatan menawarkan perempuan kepada pria hidung belang.

AKP Siswo DC Taringan menjelaskan bahwa TA telah menawarkan sejumlah wanita muda kepada pria melalui aplikasi WhatsApp dengan cara mengirimkan foto plus tarifinya. TA juga telah menyediakan salah satu kamar yang berada di rumahnya untuk dipakai sebagai tempat dari bisnis haramnya tersebut.

Pada saat ditangkap, ujar AKP Siswo DC Taringan, didapati ada seorang pria dan wanita yang sedang berduaan di dalam kamar rumah TA. Dari situlah terungkap bahwa wanita muda yang berada di dalam kamar tersebut merupakan Y, anak kandung dari TA.

AKP Siswo DC Taringan menambahkan bahwa tersangka ini telah menawarkan wanita secara daring, dengan mengirimkan foto foto kepada pelanggannya.

Kepada pihak polisi, TA telah nekat melakukan bisnis prostitusi online tersebut lantaran terhimpit oleh masalah ekonomi. Parahnya lagi, suami TA telah mengetahui perbuatannya.

AKP Siswo DC Taringan mengatakan bahwa tersangka saat ini masih berumah tangga, suaminya juga tinggal serumah. Dari pengakuan tersangka sudah dua tahun melakukan bisnis prostitusi online ini, alasannya karena terhimpit oleh faktor ekonomi.

TA telah mendekam di sel tahanan Mapolres Majalengka. Sementara untuk anak dan perempuan yang lainnya masih berstatus saksi untuk dimintai keterangan.

Akibat dari perbuatannya tersebut TA dijerat dengan pasal 27 ayat 1 Jo pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Tersangka diancam hukuman maksimal selama 6 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *