Putra Dari Artis Rano Karno Terancam Penjara 20 Tahun

Berita Terkini yang datang dari Raka Widyarma anak angkat dari seorang aktor terkenal Indonesia Rano karno kini harus bermasalah dengan hukum. Raka Widyarma harus di jerat dengan hukuman pasal terberat yang akan di jalani selama 20 tahun.

Raka Widyarma di jerat dengan pasal 112, 113, dan 114 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan di antara 3 pasal tersebut pasal yang memberatkan putra Rano Karno adalah pasal 114 ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 tahun,”

Berita Nasional ini langsung di ungkapkan oleh Komisaris Besar Rikwanto dari Kepolisian Daerah Metro Jaya. Raka di tangkap oleh polisi tepatnya pada lokasi Bandara Soekarno-Hatta yang membawa 5 butir ekstasi dengan menggunakan jasa ekspedisi (Fedex) Federal Express. Obat haram tersebut bernama Ekstasi ini di kirim oleh seorang bandar yang berasal Malaysia bernama Tan ke lokasi rumah sahabat Raka bernama Karina Endetia.

Memang dalam paket yang di kirimkan tersebut telah tercium oleh polisi setempat setelah sampai di bandara dan telah terlacak X-Ray, dan Polisi langsung mengambil paket tersebut yang di duga Ekstasi dalam paket tersebut ini langsung mengantarkan ke Alamat Rumah yang di tuju, dan polisi sungguh kaget ternyata yang menjemput Paket Narkoba tersebut adalah Raka. Dan Polisi juga sempat bertanya bahwa apakah benar paket ini adalah paket yang di tunggu-tunggu oleh Raka, dan Raka menjawab “Iya”, Ujar Komisaris Besar Rikwanto.

Dan tidak banyak bicara lagi Polisi langsung menangkap Raka berserta temannya bernama Karina tersebut dan di tetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan Narkotika. Raka sendiri adalah anak angkat dari Rano Karno yang sekarang menduduki sebagai Wakil Gubernur Banten.

 

 

About The Author

Reply