Sejarah Dunia India – Kota Gas Beracun Di Bhopal India

Bisa di kirakan untuk 29 tahun yang lalu, dari salah satu kota yang berada di India yang sudah mengalami adanya kebocoran gas yang sangat menakutkan kala itu. Dari kebocoran tersebut yang sudah melanda dari adanya tangki penyimpanan gas di pabrik pestisida berada di kota yang bernama Bhopal. Dari bocornya gas tersebut menyebabkan dari 27 ton gas methyl isocyanate lepas di udara bebas. Dari banyak orang yang menghirupnya langsung meninggal dunia. Sebanyak dari ribuan orang suda tewas karena itu.

Seperti dari ulasan yang ada di Laman the History Channel memberikan ungkapan kalau dari gas beracun dari pabrik pestisida Union Carbide India Limited (UCIL) tersebut lepas langsung ke langit, dan membentuk kumpalan seperti dari awan yang sudah selimuti seluruh kota Bhopal. Lebih dari tiga ribu orang yang sudah meninggal dunia setelah hirup adanya gas tersebut. Lebih dari 50 ribu orang yang lainya masih berhasil untuk di selamatkan.

Tragedi Bhopal tersebut adalah salah satu insiden industry yang sangat menakutkan berada di dunia ini. Lebih dari lima ratus ribu penduduk yang sudah terkena akan bocornya gas tersebut. 120 ribu di antaranya telah terjangkit adanya penyakit seperti mata buta, sulit untuk bernafas dan ginjal hatinya menjadi gagal organ.

Setelah itu pemerintahan India segera untuk menutup pabrik UCIL tersebut tidak lama setelah dari adanya insiden dan menahan dari tiga para petinggi di pabrik tersebut. Untuk tahun 1989, Union Carbide memberikan kompensasi sebesar 470 miliar ruppe kepada pemerintahan India menjadi pengganti dana kepada insiden menakutkan itu.

Seperti dari Oktober tahun 2004 lalu, Mahkamah Agung India yang memberikan persetujuan adanya rencana kompensasi yang akan bayarkan semuanya itu kepada sebanyak 570 ribu orang yang tertimpa bencana industry itu.

Dan dari keteranga lebih lanjut, dari para petinggi yang ada di pabrik tersebut langsung di urus dengan masalah hokum. Setelah itu mereka di penjara karena sebabkan kematian.

About The Author

Reply