Sejarah Peninggalan – Cerita Ditemukannya Candi Borobudur

Sudah banyak datangnya suatu pertanyaan yang sampai saat ini masih belum ada jawabannya yaitu tentang Candi Borobudur yang pada pernyataan yang sebutkan adanya Candi tersebut adalah candi yang sudah terkubur, maka dari itu bagaimana kondisi  dari sekitar candi pada saat di bangun dan mengapa di bilang terkubur tersebut. Dari beberapa ahli yang sudah memberikan suatu sebutan kalau Borobudur tersebut pada awalnya yang sudah berdiri di kelilingi dari rawa-rawa yang luas dan kemudian terpendam akan letusan Gunung Merapi.

Hal tersebut sudah di ketahui dari prasastai Kalkutta yang bertuliskan kata ‘Amawa’ berarti itu lautan susu. Dari kata tersebut yang sudah di artikan menjadi lahar Merapi, jadi bisa di simpulkan kalau Borobudur sudah tertimbun dari adanya lahar dingin Merapi.

2 (1)

Di saat beberapa ratusan tahun lalu, tempat dari candi ini berada di sebuah hutan yang  sangat rimba. Di temukan oleh penduduk sekitar yang langsung di namakan Redi Borobudur. Untuk kali pertamanya nama dari Borobudur tersebut di ketahui dari naskah Negarakertagama yang sudah di tulis dari Mpu Prapanca pada tahun 1365 Mesehi, sebutkan kalau itu adalah Biara di Budur.

Kemudian dari Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) adanya suatu berita dari Mas Dana, yang di ketahui kalai dirinya menjadi pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap pada Redi Borobudur dan langsung di jatuhi hukuman mati. Untuk kemudian pada tahun 1758 yang tercetus dalam suatu berita tentang seorang  pangeran dari yogyakarta yang bernama Pangeran Monconagoro yang sudah berminat untuk mengerti arca seorang ksatria yang sudah terkurung dalam sangkar.

Sudah di ketahui pada saat tahun 1814, yaitu dari Thomas Stamford Raffles yang sudah dapatkan suatu berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang sudah di penuhi dari batu – batu yang mempunyai ukiran. Dengan adana berita tersebut Raffles memberikan utusan kepada Cornelius yang di tugaskan untuk membersihkan bukit tersebut.

Setelah itu di bersihkan selama dua bulan dengan bantuan sebanyak 200 orang penduduk, bangunan candi semakin sangat jelas dan akhirnya pemugaran tersebut di lanjutkan pada tahun 1825. Dan pada tahun 1834, di mana Residen Kedu yang sudah membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi yang di tinjau untuk penelitian lebih lanjut lagi.

About The Author

Reply