Home » Sejarah »

Sejarah Unik Bolpoin

 

Bolpoin atau pena adalah alat tulis yang ujungnya adalah bola kecil yang berputar untuk mengontrol pengeluaran tinta yang disimpan dalam kolom dengan bentuk silinder. Ujung bolpoin itu adalah bola kecil yang terbuat dari kuningan, baja, atau bahkan tungsten karbida dengan diameter yang berbeda-beda, biasanya berukuran 0,7 sampai1,2 mm. Besar diameter bola sendiri berpengaruh pada ketebalan tulisan di kertas. Nantinya, tinta pun akan kering setelah bersentuhan dengan kertas.

Pada mulanya, alat tulis yang menggunakan tinta adalah tinta serta pena yang digunakan secara terpisah. Awalnya, pena terbuat dari bulu angsa. Namun, pemakaian bulu sebagai alat tulis itu ternyata memiliki banyak kelemahana yaitu tintanya berceceran atau tumpah di atas kertas.

Sejarah Bolpoin
Bolpoin diciptakan oleh Laszlo Biro, jurnalis asal Hungaria di tahun 1938. Biro pun memperhatikan bahwa tinta yang digunakan untuk percetakan surat kabar mampu mengering dengan cepat serta tidak meninggalkan noda sama sekali pada kertasnya. Kesulitan-kesulitan lainnya adalah ketika menggunakan pena untuk mengoreksi naskah-naskah yang telah ditulis di atas kertas tipis, namun tintanya melebar atau tumpah atau kertas tersebut sobek lantaran sabetan pena yang cukup tajam.

Lalu, ia bersama Geroge, saudara laki-lakinya yang juga seorang kimiawan mengembangkan ujung pen yang baru yaitu sebuah bola yang mampu berputar dengan bebas di sebuah lubang. Ketika berputar, bola itu akan mengambil tinta dari kartrik, lalu tinta pun akan membasahi bola kecil tersebut karena tinta mengalir secara kapiler kemudian menggelinding agar melekat di kertas. Karena bola kecil itulah, asalnya ball point pen yang dikenal bolpoin dan dijual dengan merek Brome yang bertahan sampai saat ini.

Henry Martin dan Frederick Miles, dua orang yang berkebangsaan Inggris mendukung gagasan ini. kemudian, mereka menekuni pembuatan alat tulis ini dan menjualnya ke Angkatan Udara. Inggris sendiri yang tengah memerlukan alat tulis anti bocor untuk digunakan pada pesawat terbang yang akan digunakan untuk Perang Dunia II.

Pada waktu bersamaan di Amerika Serikat, Milton Reynolds membeli alat tulis tersebut dan menyempurnakannya lalu menjualnya kepada tentara Amerika. Akan tetapi, bolpoin tersebut masih belum sesempurna bolpoin yang ada sekarang ini.

 

Sejarah Unik

No related content found.

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts