Seorang Wanita Tersangka Sebagai Penyihir di Nepal ‘Dibakar’

 

   Banyak nasib dari para wanita di Nepal yang setiap tahunnya yang di tuduh sebagai seorang penyihir, dan malang nasibnya mereka akhirnya dibakar dan hingga kini sudah ratusan orang. Berita terkini mengabarkan dari Nepal seorang wanita yang bernama Dhegani Mahato akhirnya di bakar hidup-hidup di sebabkan di tuduh sebagai seorang penyihir, dan para warga yang diselidiki oleh polisi tersebut tidak ada satupun yang bertanggung jawab. Sungguh naas nasib para wanita disana yang dituduh sebagai Penyihir, dan warga tidak satupun yang bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.

Dhegani Mahato berasal dari sebuah desa Bagauda, Chitwan Distrik, Nepal. Dan kejadian tragis tersebut berlangsung pada hari Jumat dan waktu setempat. Dhegani Mahato di ketahui berusia 40 tahun dan dituduh sebagai penyihir di Desa tersebut dan warga mengatakan Dhegani Mahato merapalkan matera-matera yang telah menewaskan seorang anak kecil yang telah meninggal tahun lalu akibat tenggelam.

Sang polisi akhirnya turun tangan dan menghampiri Desa tersebut dan melihat wanita tersebut dianiaya dengan memukul dengan kayu dan dilempari batu, dan akhirnya di siram dengan minyak tanah dan dibakar hidup-hidup Dhegani Mahato akhirnya tewas menggenaskan.

Dhegani Mahato di adili oleh penduduk setempat tepat di depan putranya yang berusia 9 tahun, dan kejamnya lagi para tetangga yang menyaksikan hal tersebut tidak ada seorangpun yang membantunya namun tetangga sempat menghubungi polisi tapi sewaktu polisi sampai di tempat kejadiannya telah kelar dan terlambat sudah. Desa Bagauda beribukota Kathmandu, dan masih banyak masyarakatnya yang percaya dengan hal-hal mistik dan mitos, setiap tahunnya di ketahui ratusan wanita  yang di tuduh sebagai penyihir mengalami siksaan yang hebat dan di bakar hidup-hidup oleh warga setempat.

Kasus yang disebut dengan Penyihir tersebut tidak pernah di adili serius oleh polisi setempat sehingga kematian terus saja terjadi, ungkap Lembaga HAM di Nepal. Dan kini akhirnya kedua anak dari Mahato diberikan sejumlah dana untuk kompensasi yang bernilai US$14.000.

Be Sociable, Share!