Sepak Bola Liga – Sir Alex Ferguson Memiliki Daya Magis Di Dunia Sepak Bola

Sang pelatih andalan dari klub Setan Merah dari Inggris, Manchester United Sir Alex Ferguson baru saja mendapatkan tropi kebanggaan dari Liga Primer Inggris. Sang manajer tim nasional Inggris yaitu Roy Hodgson telah melontarkan apresiasi yang besar untuk keberhasilan Si Opa Fergie yang sudah mendapatkan kemenangan atas konsistensinya dalam merebut title juara Liga Primer Inggris. Karena perolehan itu adalah perolehan yang ke -20, masih sangat sulit untuk di lampaui oleh klub lain di Liga Primer Inggris.

Sudah dapat di ketahui kalau Manchester United memperoleh gelar Liga Primer Inggris di musim 2012 – 2013 setelah mengunci poin dari kemenangan telak lawan Aston Villa dengan skor 3-0, Selasa (23/4/2013) dinihari WIB. Bisa menang karena perolehan poin dari Manchester United di klasemen tidak dapat di kejar oleh rivalnya Manchester City sampai akhir musim.

Bagi The Reds Devil , perolehan dari titel tersebut adalah perolehan yang ke-20 di kompetisi papan teratas Inggris alias yang ke-13 di Liga Primer Inggris. Sedangkan buat Fergie, itu adalah gelar ke-49 buatnya di dalam 39 tahun karier manajerial pria Skotlandia berusia 71 tahun itu. Pelatih andalan Manchester United ini sudah menjadi suatu pelatih yang memberikan daya magis dalam dunia persepak bolaan. Hal ini sangat di banggakan oleh  Roy Hodgson.

“Jika kita membicarakan mengenai magis di dunia sepakbola, satu-satunya orang yang punya daya magis yang saya kenal adalah orang seperti Sir Alex,” puji Hodgson di Reuters.

“Tak banyak yang dapat Anda katakan selain bahwa kami semua ingin tahu bagaimana ia bisa melakukannya. Kami ingin tahu rahasianya. Tahun demi tahun ia terus membidani penampilan luar biasa dari tim dan para pemainnya, dan terus bisa membangun tim dari sisa-sisa tim sebelumnya.”

“Ada bonus tertentu ketika saya menyaksikan pertandingan-pertandingan karena saat saya melihat United bermain, ada kemungkinan bagus saya juga akan melihat sejumlah pemain Inggris, yang mana sialnya tidak selalu begitu ketika saya menyaksikan pertandingan,” lugas pria Inggris berusia 65 tahun tersebut.

 

About The Author

Reply