Sepanjang Januari-Juni Ada 400 Warga Cianjur Kena DBD, 4 Orang Meninggal

Sepanjang Januari-Juni Ada 400 Warga Cianjur Kena DBD, 4 Orang Meninggal – Sepanjang bulan Januari hingga Juni 2020 sudah tercatat ada 400 warga di Cianjur yang terkena demam berdarah dengui. Dari jumlah itu, 4 orang diantaranya meningal dunia.

Menurut data dari RSUD Sayang Cianjur, ada sebanyak 390 pasien DBD yang dirawat sejak Januari hingga 25 Juni 2020. Pasien yang paling bayak dirawat terjadi pada bulan Maret yaitu sebanyak 124 pasien, sementara untuk bulan Januari ada 74 pasien, bulan Februari 87 pasien, bulan April 58 pasien, bulan Mei ada 32 pasien dan Juni tercatat 15 pasien.

Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur Ratu Tri Yulia melalui Kepala Sub Bagian Humas RSUD Sayang Cianjur Diana Wulandara, Jumat (26/6/2020) mengatakan bahwa kasus tersebut lebih banyak terjadi pada Januari hingga Maret.

Selain itu, pada bulan Maret juga tercatat ada 2 pasien DBD yang meninggal. Sementara dua pasien DBD lainnya meninggal maisng-masing pada April dan Mei.

Diana mengatakan untuk pasien yang masih di rawat, ada dua orang. Selebihnya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, RSUD Cimacan Cipanas, Kabupaten Cianjur mencatat sudah ada 31 pasien DBD sepanjang bulan Juni 2020. Keseluruhan pasien tersebut berasal dari empat kecamatan, yaitu Kecamatan Pacet, Cipanas, Cugenang dan Sukaresmi.

Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Cimacan Hani mengatakan, pasien DBD kebanyakan orang dewasa, dan hanya sebagian kecil anak-anak. Sebelumnya kami telah menangani 31 pasien. Namun, sekarang tersisa tiga pasien yang masih dirawat, selebihnya sudah boleh pulang.

Disisi lain, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan jumlah pasien DBD pada tahun ini cukup tinggi yaitu mencapai lebih dari 400 orang. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlanya masih lebih rendah. Untuk pasien yang meninggal juga tidak lebih banyak, tahun lalu tercatat ada 7 pasien.

Yusman mengatakan jumlah pasien dan jumlah kasus meninggal lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, kita tidak menetapkan status KLB (Kejadian Lur Biasa). Pasalnya salah satu syaratnya yakni jumlah kasus tahun ini harus lebih banyak dua kali dibandingkan tahun lalu.

Menurut Yusman, yang paling banyak terjadi kasus DBD berada di wilayah padat penduduk mulai dari perkotaan dan Cianjur utara. Untuk langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan 3M plus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *