Teknologi Canggih – KakaoTalk Akan Lebih Unggul Dengan Fitur Game

Membuat aplikasi messenger mungkin terbilang mudah bagi sebagian orang. Kesulitannya adalah menarik minat user untuk mendownload dan menggunakannya. Demikian diungkapkan Co-CEO Kakao Talk Sirgoo Lee

Dicontohkan olehnya, semua aplikasi di layanan messenger asal Korea ini dibuat oleh empat orang hanya dalam waktu dua bulan.

“Ini bagian mudah. Bagian sulitnya, menarik banyak pengguna. Saat ini kami memiliki sekitar 87 juta user secara global,” ujarnya saat ditemui di hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Tak heran, menggaet sebanyak-banyaknya pengguna menjadi prioritas Kakao Talk yang baru meluncur di Indonesia pada 29 Maret 2013 ini. Ketika user base sudah cukup banyak, dikatakan Sirgoo barulah mereka bisa memaksimalkan sumber pemasukan dari konten, salah satunya adalah game.

Berkaca dari pengalaman di negeri asalnya, game sukses menjadi sumber pendapatan utama Kakao Talk. Mengapa game yang dipilih? Karena menurutnya konten ini disukai hampir setiap orang di berbagai negara.

Sudah bercermin dari pengalaman negara asalnya, KakaoTalk mendapatkan sumber pendapatkan banyak yang kaluar dari game. Kenapa KakaoTalk memilih untuk memberikan game ? karena game adalah suatu kegemaran banyak orang di seluruh dunia tanpa terkecuali.

“Kami sedang mencari game apa saja yang akan disediakan. Bisa game Korea maupun game lokal. Seperti di Jepang, kami akan bekerjasama dengan pembuat konten lokal menghadirkan game lokal,” jelasnya.

Sudah dapat di jelaskan kalau pengguna bjsa mendownload dan memainkan game itu bisa gratis. Akan tetapi game ini seperti game sosial seperti game pada umumnya, dan ada yang sangat virtual sehingga bisa di jadikan pendapatan bagi KakaoTalk.

Selain mengandalkan game pada fiturnya, di negerinya sendiri KakaoTalk juga sudah berhasil untuk membenamkan e-commerce. Karena di KakaoTalk pengguna tidak hanya bisa chit chat saja ke teman atau bermain game ada yang lain yaitu bisa mengirimkan suatu kupon belanjan dan juga ngopi.

“Ketika kami sudah memiliki pengguna cukup banyak, kami bisa membenamkan game, e-commerce, advertising model, saya harap kami bisa melakukan itu dalam waktu dekat,” ujarnya.

Di negara Indonesia, diakui Sirgoo kalau memang Kakao Talk memang masih pemain baru. Masih sedikit merchant, developer konten dan operator telekomunikasi yang digandengnya.

Untuk memuluskan jalannya itu, mereka berkolaborasi dengan operator telekomunikasi XL. Kemitraan ini juga termasuk membuka carrier billing untuk memudahkan pembelian aplikasi atau game dengan cara memotong biaya dari pulsa.

Sedangkan kemitraan dengan merchant untuk meretas jalan membenamkan e-commerce, Kakao Talk baru menggaet Pizza Hut delivery Indonesia, Groupon Indonesia dan Faceshop.

 

About The Author

Reply