Teknologi – Microsoft Tutup Kantor Skype di London

 

Media di Inggris melaporkan bahwa sebuah kantor perusahaan teknologi terkemuka di dunia, Skype yang berada di Inggris telah ditutup. Menurut Financial Times (FT) langkah yang dilakukan oleh Microsoft selaku pemilik perusahaan ini akan berdampak di PHK nya sekitar hampir 400 orang karyawan yang berkerja di London HQ.

Laporan juga mengatakan bahwa perusahaan yang paling berharga menurut Unicorn ini bernilai sekitar US$ 1 Milyar, yang akan berdampak besar di Benua Eropa dimana negara Inggris sendir sedang dalam posisi telah memilih untuk berpisah dengan Uni Eropa.

Ketika dimintai keterangan perihal penutupan kantor Skype di Inggris, Microsoft mengkonfirmasi bahwa fokus secara global untuk Skype ini akan memberikan resiko kepada orang orang lain yang ada di dalam bisnis mereka, Yammer yang merupakan bagian dari perencanaan mereka untuk memindahkan semua karyawan yang berbasis di London ke salah satu kantor mereka di Paddington.

“Sebagai bagian dari upaya ini, Microsoft meninjau beberapa kantor yang ada di London dan memutuskan untuk menyatukan beberapa posisi,” kata seorang juru bicara.

“Kami sangat berkomitmen untuk melakukan segala upaya yang kami mampu untuk membantu mereka yang terkena dampak dari proses yang kami lakukan. Microsoft akan ikut dalam proses konsultasi dan menawarkan peluang baru jika ada kesemapatan.”

Berita ini menjadi hal yang menggembirakan bagi industri berbasis teknologi di Inggris, yang dilaporkan sebagai tuan rumah 18 dari 47 perusahaan Unicorn yang berada di Eropa pada bulan Juni yang lalu.

Russ Shaw yang menjabat sebagai wakil presiden di Skype setelah perusahaannya di beli oleh perusahaan raksasa asal Amerika Serikat dengan pengambilalihan sebesar US$ 8,5 milyar pada tahun 2011 yang lalu, mengatakan bahwa pemindahan dari yang sebelumnya di London ini adalah langkah yang cukup mengecewakan.

“Skype adalah salah satu bisnis teknologi yan gikonik di Eropa, dan merupakan produk original, dengan inovasi-inovasi yan gmenakjubkan,” kata Shaw kepada Financial Times.

Ia berpendapat bahwa langkah ini telah menuju ke arah yang salah karena ia telah bekerja keras untuk membangun dasar yang kuat dalam bisnis teknologi yang berhasil menajdi perusahaan berkelas dunia.

Be Sociable, Share!