Tim Gabungan Kemendagri, Inspektorat Jatim Dan KASN Periksa Bupati Jember Faida

Tim Gabungan Kemendagri, Inspektorat Jatim Dan KASN Periksa Bupati Jember Faida – Tim gabungan Kemendagri, Pemprov Jawa Timur dan KASN memeriksa Bupati Jember Faida.

Pemeriksaan tersebut berdasarkan surat Inspektorat Jatim kepada Faida yang telah dikirim pada 8 Januari 2020 lalu.

Surat tersebut berisi dugaan penyalahgunaan wewenang dan permintaan keterangan berupa berita acara pemeriksaan atau BAP oleh tim gabungan Kemendagri, Pemprov Jawa Timur dan KASN.

Surat tersebut ditandatangani kepala Inspektorat Pemprov Jatim, yakni Helmy Perdana Putera.

Surat yang dilayangkan kepada Fiada tersebut merupakan panggilan yang ke 2. Yaitu setelah surat panggilan pertama yang dijadwalkan pada Jumat, 8 Januari 2020, Faida telah menyatakan bahwa dirinya tidak bisa hadir.

Faida mengirimkan surat balasan jika dirinya tidak bisa hadir pada Inspektorat Pemprov Jatim.

Akhirnya, Inspektorat Jatim mengirim surat panggilan pemeriksaan yang ke 2 kepada Faida.

Pemeriksaan dilakukan pada Selasa, 12 Januari 2020 di kantor Inspektorat Jenderal Kemendagri.

Wakil Bupati Jember, yakni Abdul Muqit Arief telah membenarkan pemeriksaan Bupati Faida di Kemendagri. Tetapi, dirinya tidak tau pasti mengenai pemeriksaan terkait kasus apa.

Muqit menuturkan, bahwa kondisi pemerintahah Kabupaten Jember tengah mengalami kegaduhan.

Hal tersebut seiring kebijakan bupati mengenai pemberlakukan SOTK tahun 2021. Dalam SOTK tersebut, Faida telah mengangkat pejabat pelaksana tugas atau Plt di sejumlah OPD.

Sedangkan, pejabat lain didomisionerkan. Akibatnya, ada dualisme pejabat baru di lingkub Pemkab Jember.

Maka dari itu, Muqit berharap adanya arahan yang kongkrit oleh Pemprov dan juga Kemendagri mengenai masalah yang telah terjadi di Pemkab Jember.

‘’Kegaduhan yang telah terjadi di Jember tak ada yang dapat menyelesaikan kecuali pemerintah pusat dan Pemprov,’’ ujar dia.

Kegaduhan di Pemkab Jember tersebut tidak hanya jadi atensi oleh para politisi, tetapi masyarakat Jember sudah mengetahuinya.

‘’Ini tak hanya jadi atensi para elit politik saja, namun juga warga sekitar juga telah memahami persoalan di Jember,’’ pungkas dia.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, yakni Benny Irawan belum di konfirmasi. Pesan melalui WhatsApp belum dibalas dan telepon juga belum diangkat.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *