Tips Sehat Baru – Jangan Lebihi Dosis Olahraga Anda, Kematian Menunggu Anda

Mereka yang saat ini sedang berusaha untuk membangun adanya otot atau bisa untuk menurunkan berat badan yang di mana biasanya akan berolahraga sesering mungkin dan selama mungkin. Namun yang harus bisa di waspadai adalah karena dari olahraga berlebihan ternyata masih sangat buruk untuk jantung seseorang.

Seperti dari para peneliti yang beasal dari Jerman yang sudah menemukan, telah melakukan suatu olahraga tersebut dengan intensitas tinggi terlalu sering untuk bisa tingkatkan resiko kematian akibat dari serangan stroke juga koroner jantung.

Lebih dari itu, seperti adanya study yang lain yang sudah di lakukan dari tim Swedia sudah menyebutkan kalau dari pria muda yang bisa melakukan suatu olahraga ketahanan lebih dari 5 jam lamanya di setiap minggu untuk di mengerti kalau kegiatan tersebut mempunyai suatu resiko peningkatan gangguan irama jantung yang ada di kemudian hari.

Dari sang pria muda yang sudah melakukan olahraga seperti lari marathon juga mempunyai suatu resiko tinggi  dengan menggunakan alat pacu jantung di kemudian harinya. Di mengerti dari adanya study terhadap dari adanya mencit tersebut tunjukkan kalau adanya suatu perubahan mikroskopik di dalam tubuh saat kita bisa melakukan suatu olahraga yang sungguh ekstrem. Latihan ini akan bisa memberikan hambatan dari proses listrik denyut jantung sehingga irama dari denyut jantung tersebut bisa untuk  terganggu.

Berasal dari kedua penelitian tersebut yang sudah menggaris bawahi kalau olahraga lebih banyak tidak mempunyai arti lebih baik. Studi yang ada juga memberikan ketegasan kalau efek intensitas dan durasi olahraga yang berbeda pada di setiap tahapan umur mereka.

Kedua study tersebut yang masing masing sudah menerlibatkan ribuan responden dan di lakukan dalam jangka panjang ini.

“Untuk bisa mendapatkan manfaat banyak dari jantung tersebut, olahraga sebaiknya harus bisa di lakukan dalam dosis yang sedang saja. Manfaatnya justru hilang juga memang di lakukan dengan intensitas tinggi dan terlalu berat,” ujar dari Dr.Liuis Mont dari Spanyol.

About The Author