UMP Tahun 2021 Di NTB Tidak Naik

UMP Tahun 2021 di NTB Tidak Naik – Upah Minimum Provinsi tahun 2021di Nusa Tenggara Barat tidak dinaikkan. Dewan Pengupahan Provinsi NTB telah menetapkan besaran UMP 2021 sama dengan UMP 2020 yakni senilai Rp 2,18 juta.

Hal itu sesuai dengan sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB yang telah dilaksanakan pada 27 Oktober 2020.

‘’Sudah disepakati bersama dan untuk besarannya tetap yakni Rp 2.183.883,’’ ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB, yakni Lalu Gita Ariadi, sebagaimana dikutip dalam rilis tertulis, pada Rabu, 4 November 2020.

Lalu Gita mengatakan, bahwa keputusan penetapan UMP 2021 di NTB tak lepas dari pengaruh pandemi Covid 19 yang tengah melanda saat ini.

Bencana non alam ini tidak hanya berdampak terhadap para pekerja saja, namun pengusaha dan masyarakat umum juga.

‘’Yang terkena dampak itu kolektif, bukan hanya pekerja saja namun pengusaha juga terkena dampak. Maka dari itu pengusaha juga butuh perlindungan, jadi pemerintah memberi apa yang telah disebut sebagai relaksasi kebijakan perpajakan dan lain-lain,’’ tutur Gita.

Lalu Gita mengatakan bahwa saat ini pemerintah NTB berupaya untuk memberi perhatian yang seimbang bagi seluruh kalangan.

Diantaranya dengan Jaring Pengaman Sosial atau JPS, yang ditujukan terhadap masyarakat yang terkena dampak Covid 19.

Termasuk di dalamnya bagi para pekerja yang tidak bisa bekerja bahkan diberhentikan.

Lalu Gita mengajak kepada semua kalangan untuk kompak dalam menghadapi pandemi saat ini.

Menurut dia, semakin cepat pandemi ini selesai, maka semakin cepat pula perekonomian bangkit dan juga maju kembali.

‘’Yang terpenting adalah bagaimana kita sama-sama untuk segera menuntaskan Covid 19 ini, bangkitkan ekonomi masyarakat, nurut tatanan baru agar dunia usaha bangkit kembali. Jika itu terjadi kesejahteraan para pekerja Insya Allah akan terjamin’’ tutup dia.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, yakni Hj T Wismaningsih Drajadiah menuturkan bahwa penetapan UMP memiliki siklus lima tahunan.

Siklus yang pertama terhitung dari tahun 2016 dan akan berakhir tahun 2020. Sedangkan siklus kedua dimulai dari tahun 2021 dan berakhir pada tahun 2025.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *