Usai Pencarian 7 Jam, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas di Pegunungan

Usai Pencarian 7 Jam, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas di Pegunungan – Wali Kota Seoul, Park Won-soon ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Jasad Park Won-soon ditemukan di sebuah pegunungan yang terletak di utara Seoul usai dilakukan upaya pencarian selama 7 jam.

Menurut laporan yang diperoleh pada Jumat (10/7/2020), setelah Park Won-soon dilaporkan hilang pada Kamis (9/7/2020) sore waktu setempat, nyaris sebanyak 600 petugas kepolisian dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencari keberadaan Park. Tak hanya itu saja, sebanyak 3 anjing pelacak juga dikerahkan untuk mencari keberadaan sang Wali Kota.

Jenazah Park Won-soon kemudian ditemukan di sebuah pegunungan utara kota usai selama 7 jam dilakukan pencarian oleh petugas gabungan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Polisi Seoul.

Pada sebelumnya, petugas sudah melakukan penelusuran di Waryong Park, tempat dimana Park Won-soon terakam oleh kamera CCTV pada Kamis (9/7/2020) siang sekitar pukul 10.53 waktu setempat. Polisi mengatakan ponsel milik Park terakhir kali terdeteksi di Seoul Seongbuk-gu, atau lebih tepatnya di dekat rumah dinasnya di Jongno-gu.

Park Won-soon dikabarkan hilang pada Kamis sore. Putri Park mangungkapkan bahwa sang ayah tidak dapat dihubungi selama beberapa jam. Dia meninggalkan sebuah pesan yang terlihat seperti ucapan kata-kata terakhir dan kemudian ponselnya sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Pria berusia 64 tahun tersebut diketahui sudah menjabat sebagai Wali Kota Seoul sejak tahun 2011 silam. Dia dinilai sebagai salah satu kandidat calon presiden yang potensial untuk kalangan liberal dalam pemilihan presiden (pilpres) Korsel untuk tahun 2022 mendatang.

Park Won-soon diketahui mempunyai latar belakang yang nyaris sama dengan Presiden Moon Jae-in. Park Won-soon dikenal sebagai aktivis ketika masih menjadi seorang mahasiswa di masa kediktatoran militer Korea Selatan (Korsel). Lalu dia menjadi seorang pengacara yang membela hak asasi manusia.

Park Won-soon kemudian dikeluarkan dari Universitas Nasional Seoul pada tahun 1975, karena ikut ambil bagian dalam rapat umum untuk melawan Presiden Park Chung-hee yang menjabat pada saat itu. Hingga akhirnya, Park sempat dipenjara selama 4 tahun.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *