Viral! Karangan Bunga Tagih Utang Rp 1 M Di Sragen

Viral! Karangan Bunga Tagih Utang Rp 1 M Di Sragen – Video berisi karangan bunga menagih hutang sebesar Rp 1 miliar di acara pernikahan viral di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada akhir tahun 2020 lalu, kini berujung ke polisi. Keluarga pengantin, sebagai penerima karangan bunga, melaporkan si pengirim dengan tuduhan pencemaran nama baik.

‘’Ya lapor belum lama ini ia melapor ke Polres (Sragen). Pas nya tanggal berapa saya tidak ingat soalnya yang laporan kakak saya,’’ ucap Mia Widaningsih, pengelola arisan saat dihubungi wartawan, Sabtu (23-01) kemarin.

Video yang berisi tentang karangan bunga bertuliskan tagihan hutang Rp 1 miliar yang viral itu diunggah oleh akun TikTok @ceoofkemayu. Dalam unggahan itu ia mengatakan uang arisannya dan member lainnya dibawa lari oleh pemilik arisan yang berinisial MW (Mia Widaningsih, red).

Dalam unggahannya di aplikasi TikTok, @ceoofkemayu mengaku sudah meminta secara baik-baik pada Mia. Tetapi, dari pihak MW tidak ada iktikad baik. Sampai ia kesal dan mengirimkan karangan bunga berisi tagihan hutang sebesar Rp. 1 miliar di saat keluarga MW menggelar pernikahan. Pada karangan bunga tersebut pemilik akun menyampaikan ucapan selamat menikah beserta ucapan yang berupa sindiran menohok.

‘’Selamat Menikmati Uang Haram 1M. Hasil Nilep Uang Arisan. Kapan Ni Dibayar Shayy,” begitu yang ditulis di karangan bunga tersebut.

Mia mengaku ia sebagai pengelola arisan yang dituduh menggelapkan uang sebesar Rp 1 miliar itu. Ia juga menyayangkan acara pernikahan kakaknya sempat geger akibat karangan bunga tersebut.

‘’Karangan bunga itu di pernikahan kakak. Kakak kan enggak tau apa-apa soal arisan. Aku sekarang jadi merasa enggak enak sama kakak karena hari pernikahan itu kan hari bahagianya,’’ jelasnya.

Mia juga sedih video yang berisi karangan bunga berisi penagihan utang arisan itu telah viral di media sosial. Ia pun merasa dipermalukan.

‘’Saya malu, jelas malu. Kami sekeluarga syock sampai tidak berani keluar rumah,’’ lanjutnya.

Sebelum melaporkan ke pihak yang berwajib, Mia sempat menemui para anggota arisan terkait penggelapan duit arisan tersebut. Mia mengaku dilaporkan polisi karena kasus penggelapan arisan itu.

‘’Waktu itu saya bermaksud mengembalikan uang mereka sebanyak Rp 65 juta. Tetapi mereka tidak mau dan memilih melanjutkan jalur hukum,’’ ujar Mia.

Merasa tidak ada jalan keluar lainnya, keluarga Mia balik melaporkan karangan bunga menagih hutang Rp 1 miliar itu ke pihak polisi. Keluarga Mia melaporkan Irene Junita (20), yabg merupakan pengirim bunga dengan tuduhan pencemaran nama baik.

‘’Usai tawaran mengembalikan uang ditolak, kami enggak tahu lagi harus bagaimana. Akhirnya kakak saya lapor ke pihak polisi,’’ lanjut Mia.

Mia juga meembicarakan tentang arisan yang jadi masalah itu. Dia mengaku arisan itu tidak berjalan lancar karena banyak anggotanya yang mundur di tengah jalan setelah dapat uang arisan. Pihaknya pun mengaku bahwa ia rugi besar.

‘’Akibatnya pada Oktober 2020 lalu saya terpaksa menhentikan arisan, karena saya enggak mau rugi terus. Jumlah ada sekitar Rp 450 juta yang harusnya saya kembalikan ke anggota, dengan berbagai cara saya pasti akan kembalikan, sekarang tinggal Rp 135 juta yang belum saya kembalikan punya 25 anggota. Tetapi dari awal saya tidak ada niat untuk lari atau menipu, saya punya niat untuk mengembalikan,’’ jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *