Wakil Gubernur Kaltim Janji Sampaikan Aspirasi Kepada Jokowi

Wakil Gubernur Kaltim Janji Sampaikan Aspirasi Kepada Jokowi – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, yakni Hadi Mulyadi akhirnya menemui demonstran di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Rabu, 21 Oktober 2020.

Hadi keluar dari gedung sekitar pukul 15.55 Wita dengan menggunakan baju putih dan celana hitam. Ia didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Di hadapan sejumlah demostran, Hadi telah menyampaikan bahwa akan meneruskan tuntutan dari mahasiswa yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja kepada pemerintah pusat.

‘’Kami apresiasi para adik-adik yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Kami akan segera menyampaikan aspirasi dari adik-adik mahasiswa kepada pemerintah pusat,’’ ujar Hadi dengan menggunakan pengeras suara.

Hadi juga telah membacakan draf surat terkait penyampaian tuntutan dari mahasiswa kepada presiden yang telah disusun oleh bagian protokol dan juga kehumasan pemerintah provinsi Kalimantan Timur.

Akan tetapi, surat tersebut kembali direvisi.

Tiga perwakilan dari mahasiswa telah diundang masuk ke dalam gedung kantor Gubernur Kalimantan Timur, kemudian secara seksama telah menyepakati sebuah draf surat yang hendak dikirim kepada presiden.

Surat yang ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Timur, yakni Isran Noor akan ditujukan kepada Presiden Jokowi terkait penyampaian aspirasi dari mahasiswa Kalimantan Timur yang telah menggugat menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Surat tersebut telah menyampaikan bahwa pemerintah provinsi Kalimantan Timur meneruskan aspirasi dari mahasiswa yang telah menolak beberapa pasal pada Undang-Undang Cipta Kerja.

Dalam surat tidak tertuliskan sikap Isran dan juga Hadi menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Isran dan juga Hadi hanya meneruskan aspirasi dari mahasiswa kepada presiden.

Tetapi, tiga perwakilan dari mahasiswa dan Humas Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat, Muhammad Akbar yang telah ikut dalam mediasi menganggap bahwa surat tersebut mewakili tuntutan mahasiswa untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

‘’Kami menganggap surat tersebut, Gubernur Kalimantan Timur menolak Undang-Undang Cipta Kerja sebab mereka telah menyatakan sikap mendukung kepada aksi penolakan kami,’’ ujar Muhammad Akbar Bersama dengan dua rekannya yang keluar dari ruangan di lantai II usai mediasi.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *