Wasit Dikeroyok Di Pertandingan Fun Football Stadion Bekasi

Wasit Dikeroyok Di Pertandingan Fun Football Stadion Bekasi

Seorang wasit yang bernama Wahyudin telah diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah pertandingan sepak bola persahabatan antar kampung di Stadion Patriot Candrabhaga, pada Minggu 12 Juli 2020. Wahyudin menjelaskan, awalnya dia diminta menggantikan temannya yang sakit untuk menjadi wasit di pertandingan antara Champas FC dan Yutaka FC. Tawaran untuk menjadi wasit diterimanya supaya menambah pengalaman sebagai wasit. “Saya telah berlisensi C2 yang penting saya dapat sedikit, dan yang penting ada buat keluarga. Istilahnya, untung-untung belajar, untuk jam terbang saya,” tutur Wahyudin, Selasa 14 Juli 2020.

Wahyudin mengatakan, bahwa dugaan pengeroyokan tersebut berawal ketika ia mengambil keputusan jika tim Champas FC terjebak offside pada gawang Yutaka FC. Tetapi, keputusan itu ternyata tidak diterima para pemain. para pemain yang tidak terima dengan keputusan dari Wahyudin langsung mengeroyoknya. Wahyudin pun langsung dikerubungi serta diinjak secara bersamaan. Bahkan dia tersungkur di tengah lapangan dan tidak sadarkan diri. “Saya diinjak para pemain dari belakang, saat terjatuh, kemudian saya diinjak-injak hingga kurang sadar,”jelas Wahyudin.

Dari kejadian tersebut, Wahyudin mengalami nyeri pada punggung dan juga luka lebam pada wajahnya. Bahkan dia harus berisitirahat selama sehari supaya pulih kembali.

Wahyudin mengaku, bahwa dirinya tidak mengetahui siapa saja yang saat itu telah mengkeroyoknya. Karena ada banyak orang yang saat itu mengerubungi. Dia tidak menyangka bahwa akhir pertandingan fun foot ball berakhir sampai pengeroyokan bahkan hingga ke jalur hukum. Karena beberapa kali dia menjadi wasit, tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. “Turnamaen tersebut bukan resmi, hanya ajang silaturahmi antara club lokal. Saya tak habis pikir bisa sampai begitu, sebab saya memimpin pertandingan fun football di sebelum-sebelumnya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini,” ujar dia. Karena tidak terima dengan insiden yang telah terjadi pada dirinya, Wahyudin pun melaporkan beberapa pemain Champas FC kepada Polres Metro Bekasi. Dia berharap dari kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran supaya tidak terulang kembali insiden wasit jadi korban pada pertandingan sepak bola.

Berita Terbaru

TuLisberita2020!!222!0_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *