38 Orang Tewas Dalam Insiden Banjir Dan Longsor Yang Menerjang India Dan Bangladesh
Mancanegara – Sedikitnya 38 orang tewas akibat banjir besar dan tanah longsor yang melanda wilayah timur laut India dan Bangladesh dalam empat hari terakhir. Otoritas setempat dan media melaporkan insiden ini pada Senin (2/6/2025), sementara badan meteorologi memperkirakan hujan lebat masih akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Di India, banjir melanda negara bagian Sikkim di wilayah pegunungan Himalaya. Lebih dari seribu wisatawan yang terjebak berhasil dievakuasi pada Senin, menurut pernyataan resmi pemerintah. Sementara itu, tim penyelamat dari militer dikerahkan ke negara bagian Meghalaya untuk menyelamatkan lebih dari 500 warga yang terisolasi akibat banjir.
Di negara tetangga, Bangladesh, empat anggota keluarga dilaporkan tewas akibat tanah longsor di distrik Sylhet, wilayah timur laut negara itu. Ratusan tempat perlindungan darurat telah didirikan di kawasan perbukitan Rangamati, Bandarban, dan Khagrachhari pada Minggu (1/6/2025) untuk mengantisipasi bencana susulan.
Pihak berwenang di kedua negara telah mengeluarkan peringatan dini akan potensi banjir bandang dan tanah longsor, serta mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi.
Wilayah timur laut India dan sebagian besar Bangladesh memang dikenal rawan bencana hidrometeorologi, terutama selama musim hujan. Curah hujan tinggi kerap memicu tanah longsor dan banjir bandang yang berdampak pada jutaan orang setiap tahunnya.
Banjir kali ini juga merendam jalan dan rumah warga di Kota Silchar, Assam, India. Foto-foto dari kantor berita ANI memperlihatkan kondisi ruas jalan yang tergenang serta pohon tumbang yang menghalangi akses lalu lintas.
“Kami menghadapi banyak tantangan. Anak saya bahkan tidur di tempat tidur yang sudah terendam air. Apa yang bisa kami lakukan dalam kondisi seperti ini? Kami harus terjaga sepanjang malam,” ungkap Sonu Devi, warga Silchar, kepada ANI.