Aksi Klithih Terjadi di Semarang, 3 Taruna AMNI Terkena Luka Bacok

Tindak kekerasan jalanan dengan motif seperti aksi klithih di Yogya sebelumnya, saat ini tengah marak terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Ada sekitar 20 orang yang tidak memiliki tujuan yang jelas tengah berkeliling kota hanya untuk mencari musuh.

Alhasil, ada tiga orang taruna di Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) Semarang menjadi korban pembacokan dan dianiaya oleh para pelaku ketika bertemu di jalan. Akibat kejadian itu, satu korban kondisinya saat ini sedang kritis.

Tiga orang taruna AMNI Semarang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh puluhan pemuda tanpa sebab dan alasan yang jelas. Polisi mengatakan bahwa 20 orang pemuda itu tengah dibawah pengaruh minuman beralkohol ketika menjalankan aksinya.

Kapolrestabes Semarang bernama Kombes Irwan Anwar saat dimintai konfirmasi di Malpolrestabes Semarang pada Jumat (5/7/2022) mengatakan peristiwa bermula ketika para pelaku sedang berkumpul di sebuah tempat yang ada di Kota Semarang. Lalu mereka menenggak minuman beralkohol, setelah itu dalam kondisi mabuk mereka sepakat untuk berkeliling Kota Semarang dan mencari musuh.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Minggu (31/7/2022) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Aksi pembacokan itu awalnya terjadi di sekitar traffic light yang ada di jalan MT Haryono, Kota Semarang.

Waktu kejadian, korban yang awalnya baru pulang membeli nasi goreng tiba-tiba saja diserang dan diteriaki oleh para pelaku dengan mengendarai 11 unit sepeda motor. Karena pada awalnya korban mengira kalau itu adalah temannya, korban pun sempat memperlambat laju kendaraannya.

Kombes Irwan mengatakan namun yang terjadi setelah itu adalah korban justru dikeroyok hingga dibacok dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Selain itu, korban juga dipukul dengan menggunakan alat-alat yang sebelumnya telah disiapkan oleh para pelaku.

Akibat kejadian itu, ada tiga orang yang mengalami luka-luka, bahkan satu di antaranya kondisinya saat ini sedang kritis dan tengah dirawat secara intensif di rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *