Aksi Kontroversial Klopp Ketika Liverpool Berhasil Kalahkan Bournemouth

Aksi Jurgen Klopp mendapat sorotan karena melakukan selebrasi berlebihan ketika timnya melawan Bournemouth. Manajer Liverpool itu mengaku, jika ia melakukannya karena terpengaruh oleh gol yang dicetak oleh Bournemouth.

Dalam laga lanjutan Liga Inggris pekan ke 29, The Reds menjamu Bournemouth di Anfield Stadium pada Minggu 8 Maret 2020. Sebagai tuan rumah, Liverpool justru tertinggal lebih dulu berkat gol cepat yang dicetak Callum Wilson di menit ke-9.

Gol itu yang membuat kubu Liverpool mulai memanas, pasalnya dalam prosesnya Callum Wilson terlihat mendorong Joe Gomez untuk merebut bola. Akan tetapi, wasit Paul Tierney yang saat itu memimpin jalannya pertandingan. Tidak melihat kejadian tersebut sebagai pelanggaran, hingga akhirnya gol pun disahkan.

Aksi Tidak Terpuji Klopp

Saat tertinggal 0-1 Liverpool terus berupaya untuk mengejar ketertinggalannya. Alhasil di menit ke 25, Mohamed Salah sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Bahkan The Reds akhirnya bisa berbalik unggul menjadi 2-1 usai Sadio Mane menjebol gawang Bournemouth di menit ke 33.

Dan saat gol Mane itulah aksi selebrasi tidak biasa ditunjukkan manajer asal Jerman tersebut. Ia merayakan gol kedua Liverpool dengan berteriak pada hakim garis dan mengepalkan tangannya. Usai pertandingan, Klopp kemudian mendapat pertanyaan dari aksinya itu.

“Saat itu saya sedang bersemangat, dan itu merupakan ekspresi yang membuat saya merasa puas dengan kemenangan ini. Sejujurnya, saya tidak memiliki maksud apa-apa dengan aksi itu. Itu merupakan wujud emosional ketika tim anda berhasil membalikan kedudukan.” ungkap Juergen Klopp.

“Tapi yang saya tanyakan, mengapa saat itu gol Bournemouth disahkan? Hal itu tentu menunjukkan jika masih ada masalah pada VAR. Tepatnya bukan pada sistemnya, akan tetapi orang dan peraturannya. Sudah jelas itu merupakan sebuah pelanggaran, karena Wilson membuat Joe terganggu.” tambahnya.

Karena aksinya itu, manajer asal Jerman itu bisa saja mendapat sanksi karena tidak hormat terhadap perangkat pertandingan. Sebagai contohnya seperti manajer Everton Carlo Ancelotti, ia mendapatkan denda sebesar 8 ribu paun karena melakukan protes kepada wasit usai laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *