Atletico Madrid Klub Ketiga Yang Melakukan Pemotongan Gaji

Dalam menghadapi krisis yang disebabkan virus corona, satu lagi tim asal Spanyol mengambil langkah dengan memberlakukan pemotongan gaji. Atletico Madrid memutuskan untuk melakukan ini, agar bisa mengontrol perputaran uang.

Selain mengacaukan jadwal pertandingan Liga-liga dunia, virus corona juga mengancam pemasukan. Pasalnya penjualan tiket dari sebuah pertandingan menjadi salah satu pemasukan yang cukup dirasakan oleh setiap klub. Terlebih sampai saat ini, masih belum ada kepastian kapan laga akan kembali digelar mengingat kondisi yang belum kondusif.

Untuk itu, Atletico memutuskan memangkas gaji pemain, karyawan dan juga pelatih. Gil Martin selaku CEO Atletico menjelaskan jika keputusan ini akan dibuat melalui surat yang ditulis dengan atas nama dewan direksi. Kabarnya pemotongan jadi ini akan terus dilakukan, hingga keadaan kembali seperti semula.

Atletico Potong Gaji Pemain

Sebelum Atletico Madrid, sudah ada klub Spanyol yang memberlakukan pemotongan gaji. Diantaranya adalah Barcelona dan Espanyol, dan Atletico menjadi klub ketika sejauh ini. Akan tetapi tidak seperti yang dilakukan Barcelona dan Atletico, Espanyol hanya memangkas gaji staf bagian olahraga saja.

“Situasi seperti ini terus memaksa kami untuk segera melakukan sesuatu, Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang tergabung disini. Pasalnya mereka sudah berusaha sebisa mungkin selama masa-masa sulit ini.” unar Gil Martin.

“Dengan tujuan untuk menjamin keberlangsungan klub, dengan secara terpaksa kami melakukan pemotongan gaji sementara untuk profesi yang tidak bisa melakukan tugasnya. Seperti yang diketahui, ini akibat penangguhan yang dilakukan pemerintah terkait virus corona.”

Total di Spanyol setidaknya sudah tercatat 65.719 kasus terkonfirmasi positif corona, dan korban meninggal mencapai 5.138 jiwa. Dengan jumlah demikian, Pemerintah Spanyol memperketat aturan lockdown di negeri Matador tersebut. Masa jeda kompetisi La Liga pun juga turut ditambah, hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Spanyol menduduki peringkat kedua negara Eropa yang jumlah penyebaran covid-19 paling banyak. Sementara di posisi pertama ada Italia dengan Italia 86.498 kasus positif, dan sebanyak 9.134 orang meninggal dunia.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *