Bejat! Pria di NTB Tega Memperkosa Adik Kandung Hingga Hamil 8 Bulan

Bejat! Seorang pria yang diketahui berinisial RA (25) di Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tega memperkosa adik kandungnya hingga hamil 8 bulan. Kini RA sudah diamankan oleh pihak kepolisian usai orang tuanya melaporkan perbuatan biadabnya tersebut ke kantor polisi.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/5/2021) menyebut korban diperkosa oleh kakak kandungnya berinisial RA (25) di Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah pada bulan Desember 2020 lalu.

AKBP Esty menjelaskan korban yang diketahui masih pelajar itu diperkosa oleh kakaknya saat di rumah, tak lama setelah korban pulang dari sekolah.

Korban sudah berupaya menolak untuk melayani nafsu bejat pelaku, tetapi korban tidak berdaya karena diancam akan dibunuh oleh pelaku.

AKBP Esty menuturkan sata itu korban berada di bawah tekanan dan ancaman akan dibunuh menggunakan sebilah pisau jika menolak berhubungan badan dengan pelaku.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah I Putu Agus Indra membeberkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku, ditemukan fakta bahwa pelaku sudah lima kali memperkosa korban. Aksi yang terakhir dilakukan di kediaman mereka pada bulan April 2021 lalu.

Putu Agus menjelaskan terakhir kali aksi pemerkosaan itu terjadi pada bulan April 2021. Korban kembali diperkosa oleh kakaknya di kamarnya dengan modus yang sama, yaitu pelaku mengancam akan menghabisi nyawa korban kalau menolak berhubungan badan.

Korban kemudian diketahui tengah mengandung setelah Unit PPA Polres Lombok Tengah melakukan visum et repertum terhadap korban di RSUD Praya. Dan hasilnya menunjukkan bahwa korban tengah hamil sekitar 8 bulan dan korban diprediksi akan melahirkan pada tanggal 15 Juli 2021.

Putu Agus mengungkapkan kini pelaku sudah diamankan di Satreskrim Polres Lombok Tengah. Kini kasus pemerkosaan itu telah dinaikkan ke tahap penyidikan.

Akibat perbuatannya itu, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 76D UU Nomor 17 Tahun 2016 terkait Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 terkait Perlindungan Anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *