Cabuli Bocah Tengah Main Layang-layang, Pengamen di Tulungagung Ditangkap

Cabuli Bocah Tengah Main Layang-layang, Pengamen di Tulungagung Ditangkap – Seorang pengamen di Tulungagung ditangkap polisi karena telah mencabuli dan menganiaya seorang anak yang sedang bermain layang-layang.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung Iptu Retno Pujiasih saat dimintai konfirmasi pada Kamis (2/7/2020) mengatakan tersangka yang diamankan berinisial WBS (25) yang merupakan warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Sementara korban merupakan anak laki-laki yang masih berusia tujuh tahun.

Retno mengatakan selain pelaku, kami juga turut mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban dan tali yang dipakai untuk mengikat korban.

Aksi pencabulan itu berawal ketika korban tengah bermain layang-layang bersama rekannya di kawasan bantaran rel kereta api di wilayah Tulungagung. Tiba-tiba pelaku mendatangi korban dan membujuknya agar mau diajak meninggalkan lokasi.

Retno mengatakan saat itu pelaku membujuk korban mau diajak untuk mengambil layang-layang berukuran besar yang tersangkut di pohon. Korban pun akhirnya mau dan diajak naik sepeda.

Pelaku lalu membonceng korban ke arah timur. Setibanya di kawasan ladang ketela, pelaku WBS mengajak korban masuk dan melakukan aksi bejatnya.

Pelaku kemudian mengikat kedua tangan dan kaki korban. Tetapi karena korban menangis keras, pelaku langsung membungkam mulutnya, hingga akhirnya dilakukan aksi pencabulan itu.

Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku WBS meninggalkan koban begitu saja di tengah ladang ketela. Korban yang merasa ketakutan terus menangis sembari berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat kaki hingga akhirnya berhasil keluar dari ladang.

Saat itulah, korban lalu bertemu dengan seorang warga dan akhirnya diberi pertolongan dan melepaskan ikatan yang mengikat kedua tangannya.

Retno mengatakan korban dicabuli, tetapi tidak sampai di sodomi. Sementara pelaku diketahui memang mempunyai orientasi seksual kepada sesama jenis dan anak.

Pelaku saat ini sudah ditahan di Lapas Kelas II B Tulungagung untuk melakoni proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Terkait Perlindungan Anak dan terancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Berita Terbaru

TuLisberita2020!!222!0_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *