Cerita Rhoma Irama Pernah Melihat Aksi Lempar Batu Oleh Para Penggemar Saat Manggung

Raja dangdut Tanah Air yaitu Rhoma Irama menceritakan kondisinya dulu ketika masih menjadi seorang musisi muda.

Ternyata, perjalanan karir yang ditempuh oleh Rhoma Irama tidak semudah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Rhoma Irama juga pernah mengalami masa-masa pahitnya ketika masih muda dulu.

Bagaimana tidak, Rhoma Irama pernah bernyanyi di atas panggung di tengah konflik antara para penggemar musik dangdut dan para penggemar musik rock.

Ketika ia bernyanyi di atas panggung, banyak pertikaian yang terjadi di antara para penggemar. Bahkan, pelantun lagu yang berjudul Judi itu sempat menyaksikan para penggemar musik dangdut dengan para penggemar musik rock saling melemparkan batu.

Peristiwa itu terjadi ketika Rhoma Irama sedang bernyanyi di panggung. Waktu itu Rhoma Irama tengah mengadakan konser di Bandung, Jawa Barat.

Rhoma Irama seperti yang dilihat di channel YouTube miliknya pada Jumat (17/12/2021) mengatakan “Waktu itu memang sempat terjadi kericuhan, bahkan saya sampai kena fisik juga. Saya waktu itu mengadakan show di Bandung, itu kan tempatnya Giant Step, atau sarangnya musisi aliran rock”.

Rhoma Irama sembari bercerita kepada vokalis God Bless yakni Ahmad Albar menyebut “Itu lapangan Tegalega di Bandung memang penuh dengan penonton. Namun saya melihat hujan batu di sana”.

Waktu itu, pihak kepolisian tidak berani melerai kisruh yang terjadi. Tetapi, Rhoma Irama memberanikan diri untuk naik ke atas panggung dan meminta kepada para penonton untuk terus melanjutkan aksi pelemparan batunya.

Kemudian kisruh itu perlahan mulai berhenti. Para penonton yang hadir di lapangan itu mulai mereda emosinya.

Rhoma Irama menuturkan “Pihak kepolisian aja saat itu nggak ada yang berani melerai. Saya mencoba untuk memberanikan diri untuk naik ke atas panggung, lalu saya bilang ‘Lempar terus'”.

Setelah terjadinya kisruh itu, konflik yang terjadi antara pada penggemar musik dangdut dan para penggemar music rock tetap masih berlanjut. Rhoma Irama bukanlah orang yang menyatukan kedua kelompok yang berbeda aliran tersebut.

Akan tetapi, sosok seperti Japto Soerjosoemarno dari Pemuda Pancasila lah yang berhasil menyatukan kedua kubu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *