Dengan Iming-imingi Uang, Juru Parkir Di Tambora Memperkosa Bocah 13 Tahun

Satu orang anak berumur 13 tahun diperkosa tukang parkir yang berinisial DJ atau Njo (55), di area Tambora, Jakarta Barat. tersangka adalah tetangga korban.

Berdasarkan keterangan dari Kompol Putra Pratama yang merupakan Kapolsek Tambora, DJ menjanjikan korban dengan beberapa uang supaya tutup mulut. “Tersangka memberi beberapa uang ke korban sebelum atau sesudah menjalankan persetubuhan pada korban dengan total beragam antara Rp 10 ribu-Rp 50 ribu,” ucapnya.

“Buat merayu korban supaya mau disetubuhi serta tak melapor ke orangtuanya,” tambahnya.

Putra mengatakan masalah ini terbongkar saat tetangga memergoki kelakuan cabul DJ di dalam kamar kos milik korban pada Jumat, 15 September 2023. Tetangga korban selanjutnya menegur tersangka. akan tetapi, DJ melarikan diri saat itu.

“Tetangga korban ini juga menghubungi serta memberitahu bapak korban atas kejadian yang dilihatnya,” terangnya.

Orangtua korban kemudian bertanya mengenai aksi pemerkosaan itu. Di situlah korban mengatakan diperkosa oleh tersangka. Bapak korban, SU (57), kemudian melapor ke Mapolsek Tambora atas masalah pelecehan seksual yang dibuat DJ.

“Korban membenarkan atas keterangan itu, serta pula sebelumnya tersangka sudah sempat menjalankan persetubuhan kepada korban lebih dari sekali semenjak bulan Februari 2023,” katanya.

Putra mengatakan, korban terbiasa berdua dengan adiknya yang berusia 8 tahun di kamar kos-kosan saat tidak ada orangtuanya. Di saat semacam inilah, tersangka melakukan tindakan bejatnya. Saat ini, tersangka sudah ditahan di Mapolsek Tambora serta ditetapkan selaku tersangka.

“Serta diduga sudah dengan berencana membuat tipu muslihat ataupun merayu anak buat melaksanakan persetubuhan dengannya,” jelasnya.

Atas kelakuannya, tersangka dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76 D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 terkait penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 terkait perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman sanksi penjara paling ringan 5 tahun atau paling berat selama 15 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *