Dikendalikan Oleh Napi, Bekas Kurir Paket Edarkan Ganja di Cianjur

Dikendalikan Oleh Napi, Bekas Kurir Paket Edarkan Ganja di Cianjur – Polres Cianjur telah menangkap pemuda yang berinisial FR, lantaran terlibat peredaran ganja dengan jaringan antarpulau. Pihak polisi telah menyita barang bukti ganja yang seberat 3,5 kilogram. Pemuda tersebut dikendalikan oleh napi penghuni lembaga permasyarakatan (lapas) yang berada di Lampung.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan bahwa penangkapan dilakukan atas informasi warga yang berkaitan dengan peredaran ganja. Pada saat masuk ke wilayah Cianjur, pihak polisi meringkus FR.

AKBP Mochamad Rifai pada hari Rabu (9/6/2021) mengatakan bahwa ini hasil dari penyelidian dan pengembangan atas laporan maraknya peredaran narkoba yang berjenis ganja yang berada di Cianjur. Tersangka yang berinisial FR yang telah berhasil kami tangkap diketahui merupakan jaringan narkoba antarpulau yang dikendalikan oleh seorang narapidana dari lapas yang berada di Lampung.

Menurut dia, tersangka beberapa kali telah mengedarkan ganja ke wilayah Jabodetabek, termasuk Cianjur. Bahkan yang berada di pengiriman kali ini, tersangka telah membawa 15 kilogram ganja. Tetapi sebagain besar sudah diedarkan.

Pihak polisi telah menyita barang bukti ganja yang seberat 3,5 kilogram yang telah disimpan di indekos pelaku. AKBP Mochamad Rifai mengatakan bahwa tersangka telah menerima total ganja yang seberat 15 kilogram. Tetapi, seberat 8 kilogram telah diedarkan di Bekasi, dua kilogram yang berada di Sukabumi, dan ada seberat 1,5 kilogram yang berada di Bogor.

Pihak polisi saat ini masih mengembangkan kasus ini guna untuk menangkap bandar besar dan jaringannya. AKBP Mochamad Rifai mengatakan kita saat ini masih terus kembangkan untuk memberantas peredaran narkoba yang berada di Cianjur.

Tersangka dikenakan dengan Pasal 114 (2) jo Pasal 111 (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik. AKBP Mochamad Rifai mengatakan bahwa ancaman hukuman maksimal selama 20 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp 10 miliyar.

FR mengaku pada awalnya berprogesi sebagai kurir jasa pengiriman barang atau paket. Kemudian dia pun beralih menjadi pengedar ganja.

FR mengatakan bahwa dapat barang tersebut dari Lampung. Dia yang ngasih tau harus mengambil barang dari mana. Dirinya terpaksa edarkan sabu karena faktor ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *