Disdik Ancam Cabut Izin PTM Gegara Pelajar SMAN 7 Bogor Tewas Ditusuk

Disdik Ancam Cabut Izin PTM Gegara Pelajar SMAN 7 Bogor Tewas Ditusuk – Kepala Seksi Pengawasan Kantor Cabang Pendidikan (KCD) Jawa Barat yang bernama Irman Khaeruman siap untuk mencabut izin pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ke sekolah yang siswanya terlibat tawuran, kekerasan, dan juga aktivitas yang mengganggu atau meresahkan . Hal tersebut telah diungkapkan oleh Irman Khaeruman menanggapi tewasnya seorang siswa SMAN 7 Bogor karena ditusuk dengan senjata tajam oleh siswa SMA lainnya.

Irman Khaeruman, pada hari Sabtu (9/10/2021) mengatakan bahwa intinya begini, mengenai kebijakan dari Kantor Cabang Pendidikan (KCD) Jawa Barat, dalam hal ini kita memang sedang berusaha untuk meninjau kembali terkait SMA 6 dan juga SMA 7. Ya, sapertinya kemungkinan kita akan mencoba untuk menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), untuk sekolah sekolah yang telah terlibat. Intinya SMA 6 dan juga SMA 7 kami coba untuk mengkaji ulang terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tersebut.

Menurut Irman Khaeruman, kebijakan ini sebenarnya sudah disepakati oleh seluruh kepala sekolah SMA yang berada di Kota Bogor pada saat pembinaan sebelum pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka yang terbatas yang berada di Kota Bogor.

Irman Khaeruman mengatakan bahwa sebenarnya sebelum Pembelajaran Tatap Muka, kami sudah ada pembinaan guna untuk semua kepala sekolah. Jika ada yang terjadi apa apa, kami sudah tegaskan dari awal, selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, terutama terkait masalah tawuran tersebut, dan kami akan mencabut kembali izin pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka tersebut.

Seorang pelajar SMAN 7 Bogor yang bernisial RM yang berusia 17 tahun tewas ditusuk oleh RA yang berusia 18 tahun, pada hari Rabu (6/10) malam. Lokasi kejadian yang berada di Jalan Palupuh atau tidak jauh dari SMAN 7 Bogor. Tersangka tersebut membalas dendam setelah dipukul oleh korban.

Selain tersangka RA, pihak polisi juga menangkap pelajar yang berinisia ML yang berusia 17 tahun. ML ini adalah teman RA yang dianggap iku serta pada saat peristiwa penusukan korban tersebut. Kedua tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 80 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *