Gegara Video Porno, 3 Bocah di Tegal Sodomi Teman Sendiri

Gegara Video Porno, 3 Bocah di Tegal Sodomi Teman Sendiri – Lima bocah yang berada di Kota Tegal, Jawa Tengah telah menjadi korban sodomi oleh tiga teman sepermainannya sendiri. Pihak polisi menyebut bahwa peristiwa tersebut terjadi karena para pelaku terbiasa menonton video porno.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo kepada wartawan yang berada di kantornya, pada hari Kamis (10/6/2021) mengatakan bahwa pelaku dan korban berstatus pelajar. Mereka adalah teman sepermainan yang berada di kampungnya.

AKBP Rita Wulandari Wibowo mengungkap bahwa tiga orang pelaku masing masing dua orang yang berusia 14 tahun dan seorang yang berusia 12 tahun. Sedangkan lima orang korbannya yang berusia antara 7 hingga sampai 10 tahun.

AKBP Rita Wulandari Wibowo menambahkan bahwa perbuatan ini akibat dari pelaku yang sering menyaksikan konten pornografi sesama jenis melalui ponsel tanpa pengawasan orang tua.

Kasus pencabulan ini telah terjadi sejak tahun 2019. Para pelaku yang beraksi di beberapa lokasi yang berbeda di antaranya yang berada di kamar mandi musala, warung hingga sampai pos kamling.

Dalam aksinya, tiga bocah pelaku ini telah membujuk hingga sampai mengancam korban supaya mau menuruti kemauannya.

Kasus ini pada akhirnya terungkap setelah seorang warga yang telah memergoki aksi pencabulan tersebut kemudian melapor ke pihak polisi. Berdasarkan dari laporan saksi dan orang tua korban, pihak polisi telah melakukan pengembangan penyelidikan.

Para pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76 E Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang No 23 tahun 2003 tentang Perlindungan anak yang menjadi Undang Undang.

AKBP Rita Wulandari Wibowo menguraikan bahwa karena ini usianya yang berusia 12 tahun lebih 9 bulan sehingga kita tidak bisa lakukan tersebut (pengambilan keputusan ditingkatkan penyidikan). Dan kita tidakk bisa melakukan diversi karena sesuai dengan ketentuan pasal 7 Undang Undang No 11 Tahun 2012 tentang system peradilan piddanan anak, bahwa ancaman pidananya di atas 7 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *