Harga Beras Di Cianjur Terus Mengalami Kenaikan, Sekarang Sudah Rp 14 Ribu Per Kg

Harga beras di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak semakin naik pada sebulan terakhir. Sekarang ini, harganya telah mencapai di Rp 14 ribu setiap kg.

“Itu buat beras kategori premium. bila medium nilainya Rp 13 ribu setiap kilogram. Kenaikannya sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu, ucap Widya Pratiwi selaku Kepala UPTD Pasar Cipanas Cianjur.

Meskipun terdapat peningkatan, menurut Widya, tak sampai berakibat ke tingkat daya beli, menilik beras adalah keperluan paling pokok publik. “Persediaan pun masih aman, paling cuma 10 persen penyusutannya. penjual menurunkan permintaan stok dari suplier sebab ada peningkatan harga ini,” ucap dirinya.

Dikatakan, peningkatan harga beras dipengaruhi banyak sebab, salah satunya kemarau lama yang berakibat pada penurunan hasil produksi gabah. “Peningkatan ini juga kan tidak cuma berlangsung di sini aja, akan tetapi menyeluruh di daerah-daerah yang lain pula,” ucap Widya.

Pihaknya sudah mengomunikasikan keadaan ini ke instansi terkait buat mengambil langkah-langkah strategis dalam usaha menstabilkan harga. Hingga saat ini, jelas Widya, belum dipandang butuh mengadakan operasi pasar.

“Sekarang ini masih pendataan terkait ketersediaannya berapa. sesudah itu bakal ada strategi lebih lanjut lagi dari dinas,” ucapnya.

Widya ingin, harga beras tidak terus-terusan naik, serta ada pergerakan dari pihak Bulog ke pasar agar dapat menekan harga alhasil keterjangkauan serta ketersediaan komoditas terus ada.

“Kita pun mendengar Kemendag bakal lekas impor beras, ya. Semoga aja dapat menstabilkan harga,” jelasnya.

Sementara itu secara terpisah, Hayi (53) satu orang penjual beras di Cianjur mengatakan, sekarang ini menjual beras biasa di sekitar Rp 12.500 setiap kg, serta kelas premium Rp 14 ribu setiap kg.

“Biasanya jual Rp 10 ribu serta Rp 12 ribu. Pasokannya pula tersendat. normal bisa 2 ton, paling saat ini setengahnya aja, ” kata penjual Pasar Induk Cianjur ini.

Dia mengatakan daya beli sedikit berkurang lantaran publik lebih memilih membeli langsung ke pabrik. “Harganya kan di situ lebih terjangkau daripada di sini (pasar), ” ucap dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *