Ini Waktu Terbaik Untuk Berjemur di Pagi Hari Agar Tidak Berdampak Buruk Bagi Tubuh

Hingga kini, waktu terbaik untuk berjemur masih terus menjadi kontroversi. Hal itu dikarenakan, pemilihan waktu yang tepat untuk berjemur perlu diperhatikan agar sinar matahari tidak berdampak buruk untuk kesehatan.

Dokter spesialis paru, dr Adria Rusli, SpP(K), mengatakan berjemur di pagi hari memang memiliki dampak yang baik untuk tubuh, misalnya membasmi kuman dan memberikan asupan vitamin D.

dr Adria menjelaskan dengan berjemur, mungkin bisa membantu membasmi kuman yang ada di sekitar kita. Selain itu, sinar matahari di pagi hari juga bisa membentuk pro vitamin E dalam tubuh menjadi vitamin D.

dr Adria pun menyarankan bagi Anda yang ingin berjemur sebagiknya dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00-07.30 selama 30 menit sampai 1 jam ketika terik matahari belum begitu panas. Sebab, berjemur dibawah matahari yang terlalu panas bisa membuat kulit rusah dan membuat tubuh dehidrasi.

dr Adria menambahkan waktu yang paling bagus untuk berjemur biasanya selama setengah jam hingga satu jam, asalkan jangan dibawah sinar matarahi yang terlalu panas. Hal itu justru membuat kulit menjadi kering, tubuh menjadi dehidrasi, dan bahkan merusak kulit. Sebaiknya berjemur di antara pukul 06.30, 07.00 sampai pukul 07.30.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh dokter spesialis kulit, dr R. M. Rendy Ariezal Effendi, SpDV. Ia menyebut berjemur di pagi hari bisa membantu tubuh memperoleh asupan vitamin D yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh, namun jika tidak diperhatikan dengan baik juga dapat berdampak buruk untuk tubuh.

dr Rendy mengungkapkan dampak buruk dari berjemur akan dirasakan jika matahari sudah sangat panas, seperti memasuki pukul 10.00 WIB karena dapat beresiko pada kesehatan kulit. Hal itu juga berlaku khususnya saat berjemur tanpa memakai tabir surya terlebih dulu.

dr Rendy menuturkan jika Anda ingin mendapatkan vitamin D, anjuran berjemur di atas pukul 10 boleh saja dilakukan. Namun hal itu akan berisiko untuk kesehatan kulit. Risikonya yang akan dialami seperti muncul flek atau tanning pada kulit jika tidak memakai sunblock.

dr Rendy menamabahkan tak hanya itu, paparan sinar UVB secara berlebihan dan terus menerus tanpa proteksi bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *