Jembatan Alternatif di Probolinggo Ambruk Diterjang Banjir Bandang Kiriman Dari Lereng Gunung Bromo

Banjir bandang menerjang jembatan alternatif yang ada di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Banjir itu diketahui kiriman dari lereng Gunung Bromo.

Jembatan alternatif tersebut biasanya dilewati oleh warga untuk pergi menuju ke pasar dan sekolah. Banjir bandang di Sungai Legundi terjadi pada Selasa (16/11/2021) sekitar pukul 17.00 WIB sore.

Jembatan alternatif itu terbuat dari bambu yang memiliki panjang 15 meter dan lebar 1 meter. Jembatan itu kerap dipakai oleh warga dari 2 blok, yaitu Blok Dawuhan dan Blok Pakis Pasar. Hal itu dikarenakan, jembatan Kedung Asem masih dalam perbaikan sejak satu tahun yang lalu.

Jembatan ini diketahui sudah diterjang banjir bandang sebanyak dua kali. Yang pertama terjadi pada musim penghujan di tahun lalu.

Salah seorang warga Kelurahan Kedung Asem bernama Sulaiman menuturkan jembatan alternatif itu dipakai oleh warga sekitar agar lebih cepat sampai tujuan. Ia pun berharap pemerintah setempat dapat mempermanenkan jembatan tersebut, agar bisa dimanfaatkan kembali oleh warga.

Sulaiman saat dikonfirmasi pada Rabu (17/11/2021) mengatakan jembatan ini sudah ambruk sebanyak dua kali karena terseret derasnya arus sungai ketika sedang turun hujan dengan intensitas tinggi. Kami pun berharap kepada pemerintah daerah maupun Provinsi Jawa Timur, untuk bisa segera mempermanenkan jembatan itu agar dapat difungsikan dan bermanfaat untuk semua warga yang ada di sini.

Pemerintah Kota Probolinggo lewat BPBD memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melintas di jembatan yang tingkat keamanannya rendah. Karena hal itu bisa mengancam keselamatan. Apalagi, jembatan Kedung Asem sebentar lagi akan dibuka secara resmi.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo bernama Sugito Prastyo menjelaskan jembatan yang ambruk itu adalah jembatan alternatif yang dibiasa dilintasi oleh warga setempat karena jembatan Kedung Asem sedang dalam perbaikan.

Pihak BPBD juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar bantaran Sungai Legundi, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, curah hujan yang mengguyur pada bulan November hingga Februari 2022 mendatang akan ada peningkatan akibat fenomena La Nina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *