Kabar Internasional – Serangan di Kuil di Tokyo Tewaskan Tiga Orang

Sebuah serangan yang diyakini telah dipicu oleh perseteruan suksesi telah menyebabkan tiga orang tewas di sebuah tempat suci Shinto yang terkenal di Tokyo. Seorang Kepala pendeta ditikam sampai mati, dilaporkan pelaku dari serangan tersebut adalah saudara laki-lakinya. Pedang Samurai yang berlumuran darah ditemukan di tempat kejadian, bersama dengan pisau lainnya.

Istri penyerang juga ikut ambil bagian dalam penyerangan tersebut yang terjadi pada hari Kamis (7/12) malam, kata polisi, yang juga melukai sopir dari pendeta tersebut.

Penyerang laki-laki terseut kemudian menikam istrinya sendiri sampai mati sebelum melakukan bunuh diri. Serangan dimulai ketika seorang pendeta berusia 58 tahun, Nagako Tomioka, turun dari mobilnya di tempat suci dan berhadapan dengan kakaknya, Shigenaga Tomioka, 56, dan istrinya, yang berusia 30-an tahun.

Si istri dilaporkan menyerang supir pendeta tersebut, menikamnya dengan pedang. Sopir lari dari tempat kejadian, dikejar oleh wanita itu. Polisi mengatakan ada jejak darah di jalan tapi luka pengemudi tersebut tidak mengancam jiwa.

Pendeta tersebut menderita luka tusukan yang dalam di dadanya, disertai luka sayatan di bagian belakang lehernya, dan kemudian dinyatakan meninggal. Tersangka pria kemudian pergi ke bagian lain dari tempat suci tersebut.

“Kami yakin tersangka laki-laki menikam wanita tersebut sebelum menusuk dirinya sendiri,” kata seorang juru bicara kepolisian.

Shintoisme adalah agama asli Jepang. Inti dari Shinto adalah rohnya, atau kami, yang pengikutnya dikhususkan. Kami dikatakan melakukan intervensi dalam kehidupan manusia jika diperlakukan dengan baik oleh para pengikut.

Tempat suci itu adalah bagian penting dari Shinto. Seiring dengan ritual, kuil tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan kami. Para pemuja memiliki hubungan dekat dengan kuil lokal mereka dan sering memiliki altar kuil kecil di rumah.

Menurut media setempat, pembunuhan tersebut dipicu oleh perseteruan lama antara pendeta dan saudara laki-lakinya. Tomioka sendiri adalah imam kepala tempat suci tersebut, setelah mengambil alih dari ayahnya pada 1990-an, menurut Asahi Shimbun.

Namun, dia dipecat pada tahun 2001 dan ayah mereka kembali ke posisi sebagai imam utama, memasang puterinya Nagako Tomioka sebagai peringkat kedua di kuil tersebut. Tidak jelas kenapa dia dilepas.

Selama tahun-tahun itu, tersangka dikatakan telah mengirim surat ancaman kepada saudara perempuannya dan ditangkap pada tahun 2006 setelah mengiriminya sebuah catatan yang mengatakan bahwa dia akan “mengirimnya ke neraka”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *