Kabar Kesehatan – Bagaimana Stres Dapat Mempengaruhi Otak Bagian 1

Paparan teratur terhadap stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita, tetapi bagaimana sebenarnya hal itu memengaruhi otak kita? Satu studi baru di Harvard Medical School menjawab pertanyaan itu.

Stres – terutama ketika kita mengalaminya secara teratur – mengambil korban yang signifikan pada pikiran dan tubuh kita.

Itu bisa membuat kita merasa lebih mudah tersinggung dan terus-menerus lelah, dan itu memengaruhi kemampuan kita untuk fokus.

Stres kronis juga dapat mengganggu pola tidur, nafsu makan, dan libido, dan juga dapat memperburuk berbagai kondisi kesehatan.

Ini termasuk diabetes , penyakit jantung , dan masalah gastrointestinal.

Satu studi yang Medical News Today tutup awal tahun ini, pada kenyataannya, melihat bahwa tingkat kesulitan yang kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kronis .

Apa dampak stres pada otak dalam hal fisiologis dan kognitif? Para peneliti dari Harvard Medical School di Boston, MA, telah menjelajahi pertanyaan ini dan melaporkan jawaban mereka di jurnal Neurology .

Hormon stres memengaruhi ingatan

Dalam penelitian mereka, para peneliti bekerja dengan peserta dengan usia rata-rata 49 tahun dan tidak ada diagnosis demensia .

Pada awal, para peneliti meminta setiap peserta untuk menjalani pemeriksaan psikologis. Mereka juga menilai memori dan kemampuan berpikir masing-masing peserta. Untuk tujuan penelitian, mereka menilai kemampuan ini lagi setelah periode rata-rata 8 tahun.

Selanjutnya, pada awal penelitian, semua relawan memberikan sampel darah. Tim mengumpulkan mereka di pagi hari, setelah periode puasa yang tepat, sehingga hasil tes darah akan akurat.

Secara khusus, para peneliti tertarik mengukur kadar kortisol darah para peserta, yang merupakan hormon yang dilepaskan terutama sebagai respons terhadap stres. Setelah menilai tingkat kortisol, para peneliti membagi peserta ke dalam kelompok sesuai dengan hasil mereka.

Mereka mengkategorikan peserta memiliki tingkat kortisol yang tinggi, menengah, atau rendah, di mana tingkat menengah berhubungan dengan kisaran tingkat kortisol normal 10,8–15,8 mikrogram per desiliter.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan kadar kortisol darah tinggi memiliki memori yang jauh lebih miskin bila dibandingkan dengan rekan-rekan dengan kadar kortisol normal. Yang penting, gangguan memori hadir pada individu-individu ini bahkan sebelum gejala-gejala yang jelas dari kehilangan memori terjadi.

Bersambung ke bagian dua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *