Kabar Kesehatan – Penyebab Sakit Puting Susu

Ada berbagai penyebab sakit puting susu, ada yang sesederhana alergi terhadap deterjen atau bra yang tidak pas. Nyeri puting juga sering terjadi pada wanita yang sedang haid, hamil, atau menyusui. Ada penyebab sakit puting yang lebih serius, seperti infeksi dan kanker, sehingga dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat adalah penting.

Berikut adalah beberapa penyebab nyeri puting susu.

  1. Gesekan

Gesekan adalah alasan umum agar puting menjadi sakit. Gesekan bisa terjadi jika puting susu menggosokkan pada baju atau bra yang kurang pas, saat berolahraga, seperti berlari, berselancar, atau bola basket. Gesekan pada puting susu seringkali bisa menyebabkan rasa sakit dan nyeri yang menyengat. Kulit juga menjadi kering atau pecah-pecah.

  1. Infeksi

Puting yang sudah mengalami luka akibat gesekan, reaksi alergi, atau retak atau perdarahan memiliki resiko infeksi yang lebih tinggi. Laktasi dan menyusui juga dapat meningkatkan resiko infeksi. Ada kemungkinan untuk mendapatkan infeksi ragi pada puting susu, yaitu infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans. Ini bisa jadi akibat kerusakan jaringan di sekitarnya, penggunaan antibiotik baru-baru ini atau bila seseorang memiliki riwayat infeksi jamur.

Infeksi ragi, juga dikenal sebagai sariawan, pada puting susu sering dirasakan sebagai rasa sakit yang membakar dan menyengat yang tidak hilang dengan mengurangi sumber gesekan. Puting susu mungkin berwarna merah muda cerah dan areola mungkin berwarna kemerahan atau serpihan.

  1. Alergi atau dermatitis atopik

Nyeri dan iritasi disertai kulit keriput, berkerak, atau terik mungkin merupakan tanda reaksi alergi atau dermatitis atopik ( eksim ). Tanda lain dari reaksi alergi meliputi kulit merah atau pecah-pecah di sekitar puting susu dan areola, dan gatal yang terus-menerus. Dalam beberapa kasus, ruam bisa terjadi.

Krim antiinflamasi topikal dapat mengobati kasus-kasus ringan, namun seseorang harus berbicara dengan dokter jika ruam atau kemerahan meningkat, menyebar, dan tidak merespons pengobatan over-the-counter.

  1. Kontak seksual

Aktivitas seksual bisa menjadi penyebab lain dari nyeri puting susu. Gesekan tubuh atau aktivitas seksual yang melibatkan puting susu bisa menyebabkan rasa sakit. Menggunakan pelembab atau pelindung puting susu dapat membantu mengurangi gesekan seminimal mungkin dan mencegah gejala semakin memburuk.

  1. Perubahan hormonal

Perubahan hormonal normal dalam siklus bulanan seorang wanita juga dapat memicu puting dan nyeri payudara. Gejala ini biasanya dirasakan pada hari-hari sebelum menstruasi dimulai, bila kadar estrogen dan progesteron meningkat lebih banyak ke payudara dan menyebabkannya terasa bengkak.

  1. Penyakit Kanker dan Paget

Beberapa puting sakit dan gejala lainnya bisa menjadi pertanda masalah seperti kanker, meski tumor biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Nyeri puting susu yang disebabkan oleh kanker seringkali hanya akan mempengaruhi satu payudara dan puting susu.

Penyakit Paget adalah jenis kanker yang jarang terjadi yang melibatkan puting susu yang biasanya terjadi bersamaan dengan tumor di payudara yang sama. Orang dengan penyakit Paget dan kanker payudara mungkin mengalami gejala lain, termasuk:

  1. Nyeri puting saat hamil

Nyeri puting susu juga biasa terjadi saat hamil atau menyusui. Payudara bisa menjadi lebih besar dan terasa sakit. Puting susu dan areola bisa menjadi gelap dan sakit, dan benjolan kecil bisa muncul di sekitar puting susu.

Bra pendukung yang pas bisa membantu mengurangi gesekan dan mengurangi rasa sakit. Beberapa wanita hamil merasa terbantu mengenakan bra tidur yang mendukung semalam, seperti yang ditunjukkan di sini . Sleep bra juga bermanfaat untuk mengurangi puting dan nyeri payudara setelah bayi lahir.

  1. Menyusui

Menyusui adalah penyebab umum nyeri puting susu. Hal ini terutama disebabkan oleh teknik pengikatan bayi. Jika bayi tidak memiliki cukup payudara di mulutnya, puting susu akan menempel pada gusi dan palatum keras. Bayi yang mulai gigi merupakan penyebab potensial puting susu lainnya, karena mereka mungkin mengubah cara mereka menempel dan bahkan menggigit puting susu.

Jika bayi menekan puting susu terlalu keras di antara gusi dan atap mulut mereka, itu bisa membatasi aliran darah ke puting susu. Hal ini dapat menyebabkan apa yang disebut vasospasme, yang menyakitkan dan menyebabkan puting menjadi putih, kemudian merah, lalu ungu secara berurutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *