Kabar Teknologi – Dua Orang Rumania Meretas Kamera Pengawas di Washington DC

Jaksa AS telah menugaskan dua orang Rumania untuk membobol komputer polisi Washington DC yang terhubung dengan kamera pengintai beberapa hari sebelum pelantikan Presiden Donald Trump. Pasangan ini ditahan di Rumania, setelah ditangkap di bandara Bucharest Otopeni pada tanggal 15 Desember.

Mihai Alexandru Isvanca, 25, dan Eveline Cismaru, 28, diduga mengakses 123 kamera pengintai outdoor sebagai bagian dari skema ransomware yang dicurigai. Trump sendiri dilantik menjadi presiden pada tanggal 20 Januari.

Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa kasus tersebut “merupakan prioritas tertinggi” karena keamanan seputar pelantikan presiden. Pelaku tersebut bermaksud menggunakan komputer kamera untuk mengirim uang tebusan ke lebih dari 179.600 alamat email dan memeras uang dari korban, kata departemen kehakiman dalam sebuah pernyataan.

Penyidik ​​telah mengidentifikasi korban yang telah menerima uang tebusan atau server komputer yang telah diakses, tambahnya. Tidak ada bukti bahwa para tersangka hacker tersebut secara fisik telah melukai atau mengancam siapapun, kata pernyataan AS tersebut.

Seorang agen layanan rahasia, James Graham, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa dua varian “kode komputer canggih dan canggih” telah ditempatkan di tiga komputer polisi , yang dikenal sebagai “cerber” dan yang lainnya dikenal sebagai “dharma”.

Dalam serangan ransomware, malware secara diam-diam dipasang di komputer, biasanya melalui lampiran email nakal, yang mengunci program. Para hacker kemudian menuntut pembayaran dengan imbalan untuk membuka kunci komputer.

Isvanca dan Ms Cismaru dituduh melakukan konspirasi untuk melakukan penipuan kawat – yaitu kecurangan finansial dengan menggunakan komputer – yang mendapat hukuman maksimal 20 tahun di penjara.

Badan Kepolisian Uni Eropa Europol mengatakan tiga tersangka lainnya juga ditangkap di Rumania bulan ini dalam penyelidikan terkait dengan uang tebusan. Badan Kejahatan Nasional Inggris terlibat dalam investigasi tersebut. Ketiganya dicurigai menginfeksi komputer dengan malware CTB-Locker (Curve-Tor-Bitcoin Locker).

Sebuah pernyataan Europol mengatakan bahwa polisi Rumania telah diberitahu pada awal tahun 2017 oleh Unit Kejahatan Tinggi Teknologi Tinggi dan pihak berwenang lainnya tentang sekelompok orang Rumania yang mengirim pesan spam.

Email spam memiliki lampiran yang dibuat agar terlihat seolah-olah berasal dari perusahaan terkenal di Italia, Belanda dan Inggris. Setelah dibuka pada sistem Windows, file attachment berbahaya tersebut dienkripsi.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *