Kepala Kepolisian Gedung Capitol Meminta Maaf Setelah 3 Minggu Kerusuhan

Kepala Kepolisian Gedung Capitol Meminta Maaf Setelah 3 Minggu Kerusuhan – Pejabat tinggi keamanan Gedung Capitol, Amerika Serikat meminta maaf, pada Selasa, 26 Januari 2021 setelah 3 minggu dari ‘’kegagalan’’ dalam serangan mematikan di daerahnya oleh pendukung Donald Trump yang menghentikan sertifikasi atas kemenangan Joe Biden.

Pejabat tersebut secara khusus mengakui beberapa tindakan salah langkah, yakni persiapan yang tidak memadai, intelijen yang bertentangan, mobilisasi yang kurang dari badan terkait.

Kemudian, dia menyerukan supaya ada peningkatan dalam sistem akuntabilitas serta struktur komunikasi.

‘’Saya di sini akan menyampaikan permintaan maaf saya atas nama departemen,’’ ungkap Yolanda Pittman, yakni pejabat yang bertindak menjadi Kepala Kepolisian Gedung Capitol sebagaimana dilansir dari Reuters, pada Rabu, 27 Januari 2021.

‘’Departemen gagal untuk memenuhi standar tingginya sendiri dan standar kepada Anda,’’ imbuh dia.

Sekitar puluhan pejabat dari sejumlah lembaga termasuk Garda Nasional, FBI, Departemen Kehakiman, dan juga Kepolisian Capitol Amerika Serikat memberikan pengarahan terhadap para anggota DPR yang telah menyelidiki peristiwa 6 Januari.

Seusai itu, Perwakilan Demokrat Tim Ryan telah mengatakan kepada wartawan jika petugas kepolisian yang menjaga Gedung Capitol diperintahkan untuk tak menggunakan kekuatan yang mematikan terhadap massa yang memanas yang mencoba masuk dan melakukan tindakan kekerasan ataupun merusak bangunan bersejarah.

‘’Itu merupakan arahan yang diberikan terhadap mereka,’’ ujar Ryan.

Dia juga menyampaikan bahwa sesudah lockdown akan diperintahkan di Gedung Capitol serta beberapa gedung yang berdekatan, hal itu tidak diberlakukan sepenuhnya.

‘’Anda masih bisa melihat orang-orang yang keluar dan masuk..semuanya harus ditinjau ulang,’’ ujar Ryan, yang merupakan pemimpin subkomite Alokasi DPR yang telah mengawasi Polisi Capitol Amerika Serikat dan juga pendanaannya.

Ryan menegaskan, bahwa rangkaian penyelidikan masih pada tahap awal, dengan banyaknya pertanyaan yang belum bisa terjawab.

Ia mengatakan bahwa anggaran pasukan akan ditinjau ulang, mengingat jika para petugas tak mempunyai cukup perlengkapan anti huru-hara dan juga peralatan yang lain untuk menangani massa.

Terkait persoalan tersebut diharap akan ada audiensi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *