Mendagri Meminta Warga Tidak Abai Terhadap Prokes Jelang Lebaran

Mendagri Meminta Warga Tidak Abai Terhadap Prokes Jelang Lebaran – Menteri Dalam Negeri atau Mendagri, yakni Tito Karnavian mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan prokes atau protokol kesehatan dalam rangka menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

Tito menyampaikan hal tersebut usai pemerintah telah memperpanjang masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM skala mikro dari tanggal 4 Mei sampai dengan tanggal 17 Mei 2021.

‘’Mulai tanggal 4 sampai dengan 17 Mei di dalamnya ada Hari Raya Idul Fitri yakni jatuh pada tanggal 13 Mei, lalu cuti bersama pada tanggal 12 Mei,’’ ujar Tito yang dikutip dari keterangan tertulisnya pada Senin, 3 Mei 2021.

‘’Dan pada tanggal 15 sampai 16nya hari libur yakni hari Sabtu dan Minggu, maka terdapat potensi mudik, inilah yang jadi atensi dari Presiden Joko Widodo,’’ tambah dia.

Tito mengatakan, bahwa penyebaran kasus Covid 19 di India disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah ritual keagamaan.

Maka dari itu, dia menekankan, bahwa menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat tidak lantas abai terhadap protokol kesehatan.

Di sisi lain, Tito mengatakan, bahwa pemerintah telah memutuskan untuk batasi mobilitas penduduk.

Eks Kapolri tersebut pun minta kerja sama dengan kepala daerah dalam rangka keserasian kebijakan dan juga narasi mengenai pelarangan mudik.

‘’Dimohon kepada kepala daerah mempunyai narasi yang senada untuk meniadakan mudik,’’ ucap dia.

Selain perpanjangan PPKM mikro, pemerintah juga telah memperluas kebijakan tersebut di 5 provinsi. Dengan begitu, total sebanyak 30 provinsi yang akan menerapkan PPKM mikro jilid (7).

‘’Ditambahkan 5 provinsi, yakni Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, serta Papua Barat, maka ini totalnya jadi 30 provinsi,’’ tutur Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional atau KPC PEN, yakni Airlangga Hartarto setelah rapat terbatas bersama Presiden dan beberapa menteri di Istana Kepresidenan pada Senin, 3 Mei 2021.

Pemerintah juga telah melarang masyarakat mudik mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Pihak kepolisian mendirikan sebanyak 333 pos penyekatan untuk menegakan larangan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *