Meski Di Masa Krisis, Bayern Tetap Berikan Kontrak Baru

Pandemi virus corona sudah membuat banyak klub top Eropa mengalami kesulitan keuangan. Tanpa terkecuali dengan Bayern Munich, Tim raksasa Jerman tersebut terpaksa harus menunda perpanjangan kontrak pemain terbaiknya.

Penyebaran virus corona sudah membuat dunia sepakbola menjadi kacau, sehingga kompetisi terpaksa harus dihentikan sementara. Dengan tidak adanya laga, maka tidak ada pemasukan yang utamanya dari penjualan tiket. Terlebih belum lagi kegiatan di luar lapangan, seperti sponsor yang harus dibatalkan karena dalam keadaan lockdown.

Dengan kondisi ini, tentunya membuat semua klub harus pintar-pintar mengatur keuangan hingga laga kembali digelar. Dan salah satu opsi yang menjadi pilihan adalah dengan memberlakukan pemotongan gaji kepada pemain, terutama bagi mereka yang memiliki pemain bintang seperti Juventus, Barcelona, Real Madrid dan lainnya.

Bayern Munich Tunda Kontrak Baru

Mungkin bukan hanya gaji pemain yang membuat repot klub, namun kontrak baru sepertinya juga akan merasakan dampaknya. Seperti yang tengah dialami klub asal Jerman Bayern Munich, Seperti yang diketahui tim yang di komandoi Hans-Dieter Flick itu harus memperpanjang kontrak sejumlah pemain bintangnya. Sebab jika tidak, Bayern akan mendapat konsekuensi yang cukup berat.

Dengan kompetisi yang molor ditambah lagi nasib yang belum jelas, memunculkan kekhawatiran pembicaraan bakal terhenti karena persoalan nilai. Meski demikian, Bayern munich akan memastikan jika beberapa pemainnya segera mendapat tanda tangan kontrak baru tanpa harus ada potongan gaji.

“Tawaran yang kami berikan semuanya sudah jelas, kami siap menanggung semuanya tanpa adanya diskon meskipun keadaan saat ini sedang krisis. Saya rasa tidak semua klub di dunia mampu menangani masalah seperti ini, terlebih keadaan juga tidak memungkinkan.” ucap Karl-Heinz Rummenigge, selaku CEO Bayern.

Virus corona sudah membuat sebagian besar klub Eropa harus tegas dalam mengambil keputusan. Dalam hal ini, Barcelona dan Atletico menjadi salah satu contoh. Pasalnya baik staf, pemain maupun jajaran pelatih tidak merasa keberatan untuk menjalani prosedur tersebut dengan hanya menerima gaji 30 persen dari yang seharusnya.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *