Pendukung Spurs Marah, Sebab Para Pemain Tidak Mau Potong Gaji

Dampak dari penyebaran virus corona, membuat sebagian tim Eropa harus memberlakukan pemotongan gaji kepada setiap pemain. Akan tetapi, hal tersebut sepertinya belum berlaku di Inggris.

Sebagian dari Klub Inggris memang sudah melakukan pemotongan gaji terkait krisis yang dihadapi saat ini, akan tetapi para pemain Tottenham Hotspur masih belum menerima pernyataan itu dan masih menerima gaji dengan jumlah sama.

Dikutip dari Sky Sports, The Tottenham Hotspur Supporters Trust atau THST yang merupakan kelompok kumpulan fan Tottenham menyatakan kemarahannya kepada sikap klub dan pemain yang belum memberlakukan pemotongan gaji. Terlebih, pemotongan gaji juga bisa membantu keuangan klub.

Kekesalan Supporter Tottenham Hotspur

“Kami marah karena beberapa staf sudah melakukan prosedur itu, sementara beberapa pemain masih belum. Kami semua hanya menginginkan hal terbaik untuk klub ini, semua harus berlaku adil demi kebaikan bersama di kondisi seperti sekarang.” tulis pernyataan kelompok tersebut.

“Gaji pemain merupakan salah satu beban terberat klub, Kami meminta kepada klub untuk memberlakukan prosedur itu untuk mereka semua.” lanjutnya.

Terkait pemberhentian sementara karena wabah virus corona, tentu membuat keuangan klub jadi merosot. Bahkan di beberapa klub Eropa, sudah melakukan pemotongan gaji hingga 70%. Itu mereka lakukan agar semua staf yang tergabung di klub tetap bisa merasakan gajian, terlebih mereka yang melakukan perawatan kepada fasilitas klub.

Pemerintah Inggris pun memberikan ancaman kepada klub Liga Inggris yang tidak mau memotong gaji pemainnya. Salah satu sanksi yang akan didapat adalah, dengan kenaikan tarif pajak. Pemotongan gaji pemain akan sangat membantu dalam mengatur keuangan klub, terlebih dengan tidak adanya pemasukan dalam beberapa bulan kedepan.

Pra suporter juga menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan jika para petinggi klub selain memotong gaji 20 persen. Juga secara sukarela memberikan lagi sedikit upah untuk mereka yang staf non pemain utamanya. Sebab mereka saat ini menanggung beban yang paling berat, selain memiliki upah paling sedikit juga mendapat potong gaji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *