Polisi Berhasil Menangkap Bandar Narkoba di Jember, 1 Kg Sabu Senilai Rp 1,5 Berhasil Disita

Polisi Berhasil Menangkap Bandar Narkoba di Jember, 1 Kg Sabu Senilai Rp 1,5 Berhasil Disita – Dua pria yang diduga kuat sebagai bandar sabu yang berada di Jember berhasil ditangkap. Dari tangan keduanya, polisi telah menyita barang bukti lebih dari 1 kilogram sabu yang senilai Rp. 1,5 miliar.

Bandar narkoba telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah RA (27) warga yang berasal dari Desa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates dan AM (56) warga yang berasa dari Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, bahwa 2 tersangka tersebut merupakan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) dari tanggal 23 Mei hingga sampai tanggal 3 Juni 2022. Sementara itu, dalam operasi pekat, Polres Jember telah mengamankan sebanyak 34 tersangka dari berbagai kasus.

“Dari operasi pekat ini, kami telah berhasil mengamankan total sebayak 34 tersangka. Namun untuk kasus peredaran narkoba dari yang kami amankan ada 2 tersangka besar bagi kami. Kami telah mengamankan 2 tersangka yang mengedarkan sebanyak 1.031 gram sabu atau lebih satu kilogram,” kata AKBP Hery Purnomo saat berada di Mapolres Jember, pada hari Selasa tanggal 7 Juni 2022.

AKBP Hery Purnomo menjelaskan bahwa penangkapan dua pengedar narkoba yang berjenis sabu ini diawali dengan penangkapan pengedar narkoba yang berinisial MNK (44), warga yang berasal dari Desa Patrang, Kecamatan Patrang.

Saat itu, pelaku yang berinisial MNK digerebek saat berada di rumahnya. Saat polisi melakukan proses penangkapan, pelaku MNK bersembunyi di atap rumahnya.

Dengan mengamankan para pengedar tersebut, Satreskoba Polres Jember pada akhirnya berhasil menangkap dua pelaku lainnya yang merupakan bandar narkoba yang berada di Jember.

“Kami telah mengamankan RA yang berusia 27 tahun, dan AM yang berusia 56 tahun. Mereka telah melakukan transaksi selama 7-8 tahun. Tidak hanya yang berada di Jember tetapi juga yang berada di Banyuwangi, Bondowoso, dan Pasuruan. Daerah tapal kuda dengan narkoba jenis sabu yang dipecah menjadi paket-paket kecil,” kata AKBP Hery Purnomo.

Terkait penyidikan yang dilakukan oleh polisi untuk mengungkap kasus peredaran narkoba yang berjenis sabu sabu tersebut, AKBP Hery Purnomo mengatakan bahwa polisi harus melakukan penggeledahan mulai pukul 10 malam hingga sampai pukul 2 siang.

“Terkait kasus ini, kami telah menerapkan pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal selama 5 tahun, maksimal selama 20 tahun penjara. Kemudian denda sebesar Rp 10 miliar,” kata AKBP Hery Purnomo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *