Polisi Serahkan Sederet Pelanggaran Kasus Tenggelamnya Kapal Pengayoman ke Kejari Cilacap

Polisi Serahkan Sederet Pelanggaran Kasus Tenggelamnya Kapal Pengayoman ke Kejari Cilacap – Polisi menetapkan kapten kapal Pengayoman IV yang tenggelam di perairan Cilacap, Jawa Tengah, kapten kapal yang berinisial SA (55) sebagai tersangka. Polisi juga telah mengungkap serangkaian pelanggaran dalam tenggelamnya kapal milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro kepada wartawan yang berada di Mapolres Cilacap, pada hari Jumat (8/10/2021) mengatakan bahwa untuk tersangkanya yang sudah kami tetapkan, ada satu orang yaitu nahkoda kapal. Sebab dari hasil penyelidikan ada beberapa standar opersional prosedur (SOP) terkait standar pelayaran yang telah dilanggar.

AKBP Eko Widiantoro menjelaskan bahwa ada beberapa SOP yang telag dilanggar SA. Diantaranya yang bersangkutan tidak melakukan uji coba kelayakan kapal sebelum berangkat hingga sampai menyediakan pelampung.

AKBP Eko Widiantoro menjelaskan bahwa yang kedua tidak ada izin berlayar, tidak dilaporkanke syahbandar. Jadi itu melanggar SOP, lalu dari segi keselamatan. Jadi kapal yang sebenarnya semua alat angkut baik darat maupun udara semua harus memenuhi standar keselamatan, dalam hal ini yang bersangkutan tidak menyediakan pelampung yang seharusnya ada di kapan dan sebagainya. Sehingga ketika terjadi kecelakaan, orang yang naik kapal tidak bisa menyelamatkan diri.

Tak hanya itu, menurut temuan dari pihak polisi, penyebab utama kapal terbalik sebelum tenggelam adalah karena terdorong oleh arus. Selain itu, kapal tersebut memuat dua truk yang berisi bahan bangunan.

Nakhoda kapal Pengayoman IV, kata AKBP Eko Widiantoro, telah menerbangkan kapal tersebut sejak tahun 2012. Dari penyelidikan polisi, terungkap pula bahwa sebelum kapal tenggelam, SA sudah beberapa kali diingatkan terkait SOP.

Untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, SA diancam dengan pasal 359 KUHP karena kelalaiannya yang mengakibatkan kematian orang lain. Dalam kasus ini pihak polisi juga menyita pakaian korban sebagai barang bukti.

AKBP Eko Widiantoro menjelaskan bahwa untuk saat ini proses yang kita lakukan sedang dalam proses penyidian dan sudah tahap serta sudah kita kirimkan berkasnya ke kejaksaan. Lalu mungkin dalam waktu yang dekat kasus ini sudah bisa P-21 dan dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, karena tahapnya saat ini sudah ada di kejaksaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *