Pria Korban Penipuan-Pemerasan Usai Orden Open BO Via Instagram Lapor Polisi

Seorang pria yang diketahui berinisial E (33) membuat laporan polisi atas kasus penipuan dan pemerasan setelah order open BO melalui aplikasi Instagram. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap akun Instagram yang dipakai oleh pelaku tersebut.

Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan bernama AKBP Ridwan Soplanit, pihaknya saat ini telah mengantongi akun Instagram milik pelaku. Akan tetapi, pihaknya belum menjelaskan lebih rinci tekait akun tersebut.

“Kami sudah mengantongi akun Instagram pelaku, dan tentunya akan kami selidiki lebih lanjut,” kata AKBP Ridwan saat dimintai konfirmasi pada Senin (9/5/2022).

AKBP Ridwan mengatakan selain itu, pihaknya juga akan meminta keterangan lebih lanjut dari si pelapor. Pasalnya, kasus yang dilaporkan oleh si pelapor itu sudah termasuk dalam kasus prostitusi.

AKBP Ridwan menjelaskan kami akan meminta keterangan lengkap dari pelapor mengenai kasus ini. Pelapor ini sebenarnya telaj melakukan tindakan prostitusi namun berani melaporkan kasus tersebut ke polisi karena menjadi korban penipuan.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria yang diketahui berinisial E (33) membuat laporan ke polisi karena telah ditipu dan diperas. Pria tersebut menjadi korban penipuan dan pemerasan usai memesan wanita yang open BO melalui aplikasi Instagram.

Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya bernama Kombes Zulpan, kasus penipuan itu terjadi pada Rabu (4/5/2022). Kejadian itu berawal saat E memesan wanita open BO ketika berada di salah satu hotel yang ada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kombes Zulpan saat dimintai konfirmasi pada Senin (9/5/2022) mengatakan korban awalnya memesan wanita open BO via Instagram yang diposting oleh pelaku dengan tarif yang telah tertera.

Usai berkomunikasi lewat aplikasi Instagram, korban E kemudian mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku. Akan tetapi, usai melakukan pemesanan itu, E merasa ada yang janggal karena tarif yang ditentukan tidak sama dengan tarif awal.

Kombes Zulpan mengatakan korban kemudian membatalkan pemesanan wanita open BO itu dengan tarif sebesar Rp 530.000.

Usai membatalkan pesanan, korban justru mendapatkan ancaman. Pelaku mengancam korban akan menyebarkan percakapan mereka di media sosial, hingga akhirnya korban terpaksa mentransfer sejumlah uang lagi kepada pelaku.

Total uang yang sudah ditransfer oleh korban kepada pelaku mencapai Rp 9.150.000. Atas kejadian itu, korban kemudian membuat laporan ke polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *