Puluhan Calon Pengantin di Lamongan Tunda Nikah Gegara Harus Wajib Tes Antigen

Puluhan Calon Pengantin di Lamongan Tunda Nikah Gegara Harus Wajib Tes Antigen – Selama PPKM Darurat, Kemenag Lamongan telah memberikan syarat tes antigen bagi calon penganti baru. Adanya persyaratan tersebut, telah membuat 38 pasangan dari 519 calon pengantin yang berada di Lamongan terpaksa harus menunda pernikahannya dahulu.

Syarat tambahan tersebut berlaku mulai tanggal 3 hingga sampai 20 Juli 2021. Itu sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kemenag Nomor P-001/DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang Juknis Layanan Nikah Pada KUA Kecamatan Pada Masa PPKM Darurat.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Lamongan yang bernama Khoirul Anam telah membenarkan jika selama PPKM Darurat ini Kemenag ada persyaratan tambahan yang di mana pasangan calon harus menyertakan hasil dari tes swab sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kemenag. Syarat ini, menurut Khoirul Anam, dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama sama untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID 19.

Berdasarkan dari data yang sudah masuk ke Kemenag Lamongan hingga sampai saat ini, kata Khoirul Anam, diketahui sudah ada sebanyak 48 pasangan dari 519 pasangan calon pengantin yang telah membatalkan akad nikah mereka. Ke 519 pasangan tersebut telah mendaftarkan akad nikahnya sebelum diberlakukannya PPKM Darurat

Khoirul Anam  mengatakan bahwa data sementara hingga sampai hari ini ada 46 pasangan yang batal untuk menikah. Swab antigen tersebut untuk calon pengantin putra dan putri, saksi serta wali nikah. Total semua ada 5 yaitu pasangan pengantin 2, wali nikah ada 1 dan saksi nikah ada 2.

Sesuai dengan Surat Edaran tersebut, jelas Khoirul Anam, selama PPKM Darurat tersebut berlangsung, semua Kantor Urusan Agama (KUA) tidak melayani pendaftaran untuk menikah. Pada masa peniadaan layanan pendaftaran untuk nikah tersebut masih dapat kembali berubah, jika pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Darurat lagi.

Khoirul Anam menerangkan bahwa selama PPKM Darurat ini KUA hanya bisa melayani pelaksanaan akad nikah untuk calon pengantin yang sudah mendaftar sebelum tanggal 3 Juli 2021. Khoirul Anam juga menambahkan bahwa aturan yang terkait pendaftaran dan pelaksanaan nikah tersebut bukan dimaksudkan untuk mempersulit keadaan, melainkan sebagai bentuk ikhtiar bersama sama supaya angka kasus COVID 19 bisa ditekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *