Ratusan Orang Diamankan Polres Banyuwangi Selama Operasi Pekat

Ratusan Orang Diamankan Polres Banyuwangi Selama Operasi Pekat – Ratusan preman dan pelaku kejahatan yang berada di Banyuwangi telah diamankan. Total ada sebanyak 439 orang yang telah diamankan dari 353 kasus pada saat melaksanakan operasi penyaki masyrakat (pekat).

Dari 439 orang yang telah diamankan, ada sebanyak 220 preman yang telah diringkus dari 177 kasus premanismen yang tengah terjadi di Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada wartawan, pada hari Kamis (8/4/2021) mengatakan bahwa paling banyak kita telah mengungkap kasus premanisme yang mencapai sebanyak 177 kasus dengan jumlah tersangka 220 orang.

Penangkapan para premani ini tengah dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Banyuwangi pada saat menjelang bulan Ramadhan ini. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah berkomitmen untuk menghapus premanisme karena Banyuwangi merupakan kota wisata.

Kombes Arman Asmara Syarifudin menambahkan bahwa tentu ini merupakan PR kami pada saat menjelang Ramadhan. Dan tentunya, sebagai Kota wisata, Banyuwangi harus bebes dari preman.

Selain premanisme, pihak polisi juga telah berhasil mengungkap kasus yang di antaranya, prostitusi, pornografi, judi, narkoba, minuman keras (miras) dan petasan atau mercon. Ratusan kasus tersebut, tergabung dari seluruh jajaran Polsek yang berada di Polresta Banyuwangi. Operasi tersebut, dimulai sejak tanggal 22 Maret 2021 hingga sampai tanggal 2 April 2021.

Selain premanisme, pihak polisi juga telah menangkap 4 orang dalam kasus prostitusi, ada 2 orang kasus pornografi, ada 39 kasus judi dengan jumlah tersangka sebanyak 61 orang dan ada 37 kasus narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 45 orang. Kasus miras yang mencapai 92 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 105 orang. Sedangkan untuk kasus petasan atau mercon, hanya ada 2 kasus dengan tersangka sebanyak 2 orang.

Yang paling menarik lagi dalam pengungkapan kasus selama operasi pekat ini, anggota telah mengamankan seseorang muncikari yang berjualan melalui twitter. Penyedia jasa esek esek tersebut, telah menjual anak buahnya dengan harga yang bervariasi di antaranya seharga Rp 500 ribu hingga sampai Rp 800 ribu.

“Penyedia jasa ini dihubungi oleh pelanggan, dia diminta untuk menyediakan orang untuk melayaninya. Sehingga ada transaksi di antara mereka,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *